Resmikan Trading & Investment Center, Mirae Asset Fasilitasi Trader dan Investor Medan

harian9 author photo

MEDAN| H9
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia meresmikan Trading & Investment Center, pusat trading dan investasi pasar modal pertama di Medan untuk dapat mengajak lebih banyak lagi masyarakat Medan dan Sumatera Utara berinvestasi di pasar modal secara sehat dan berkelanjutan.

Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan investor retail Mirae Asset Sekuritas mencapai 55%.
Medan muncul sebagai salah satu kota dengan peningkatan jumlah investor tertinggi di
Indonesia sekaligus mencatatkan transaksi saham yang aktif. Berdasarkan data KSEI per
Oktober 2021, jumlah investor retail mengacu pada jumlah SID (single investor identification) di Provinsi Sumatera Utara mencapai 314.000 orang. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya berada di kota Medan, yakni sejumlah 132.000 orang. 

Dengan jumlah populasi Kota Medan sebanyak 2,4 juta, kota ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan aktivitas di pasar modal.

“Kami menyambut baik diresmikannya Trading & Investment Center di pusat kota Medan ini,
dan kami yakin akan memberikan kontribusi positif atas pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi nasabah di kota Medan dan Sumatera Utara. Bursa Efek Indonesia akan memberikan support yang maksimal agar aktivitasnya berjalan lancar,” ujar M. Pintor Nasution, kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia Medan.

Dengan keunggulan Kota Medan dan pesatnya pertumbuhan investor retail di masa pandemi
ini, Mirae Asset Sekuritas memastikan bahwa para trader, investor, serta pebisnis di Medan dan sekitarnya dapat bergabung dan menikmati fasilitas Trading & Investment Center Medan.

Pusat trading dan investasi ini hadir sebagai solusi investasi nasabah dengan layanan-layanan
diantaranya adalah Online trading brokerage platform (HOTS dan Neo HOTS), private VVIP
trading room, konsultasi bisnis dan aksi korporasi (IPO, rights issue, dan aksi korporasi lainnya), edukasi pasar modal oleh investment specialist, fasilitas investasi reksa dana dan lounge untuk komunitas trader & investor.

Tae Yong Shim, CEO Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran Trading & Investment Center di Medan akan memberikan pengalaman investasi yang berbeda bagi
masyarakat dan nasabah Mirae Asset di kota tersebut. Jumlah investor juga diharapkan
meningkat seiring dengan tumbuhnya optimisme terhadap iklim bisnis dan kegiatan ekonomi
yang berangsur pulih di tengah perbaikan kondisi Covid-19 nasional dan daerah. 

Pertumbuhan investor pasar modal nasional melesat dengan pertumbuhan 92,99% dari tahun 2020 ke 2021, sedangkan pertumbuhan investor reksa dana untuk periode yang sama mencapai 115,41% (KSEI, Statistik Pasar Modal Indonesia, Januari 2022).

“Mirae Asset Sekuritas menilai jumlah investor ritel tumbuh pesat meskipun di tengah pandemi. Dengan pertimbangan faktor positif dan infrastruktur Kota Medan sebagai hub aktivitas bisnis, maka cabang kami di area Kesawan di Medan Barat ini akan berfungsi sebagai one-stop solution untuk semua kebutuhan investasi dan keuangan, baik bagi investor retail maupun pelaku bisnis yang hendak melakukan aksi korporasi,” ujar Tae Yong Shim dalam peresmian Trading & Investment Center tersebut pada hari ini (22/2/22).

Tae Yong Shim menilai keberadaan Trading & Investment Center Medan dapat meningkatkan
beragam layanan edukasi, pendampingan, dan konsultasi bisnis kepada investor pasar modal
yang pertumbuhannya masih berpotensi besar, dan juga bagi pelaku bisnis/perusahaan yang
bermaksud melakukan IPO. Potensi besar tersebut dapat terpacu oleh pertumbuhan ekonomi
Sumatra Utara yang pada 2022 diproyeksikan tumbuh pada rentang 3,7% hingga 4,5%.

Tae Yong Shim menyatakan bahwa pembukaan Trader & Investment Center tersebut juga
bertujuan agar komunitas investor, trader, dan pebisnis Mirae Asset Sekuritas di Medan lebih
nyaman bersosialisasi dan dapat membangun network dengan sesama investor, trader, dan
pelaku bisnis. Dengan fasilitas-fasilitas seperti VVIP trading room serta lounge untuk komunitas trader dan investor, Tae Yong Shim berharap dapat tercipta komunitas investor yang semakin besar dan iklim investasi di Indonesia pun semakin kondusif.

Di tengah ancaman gelombang ketiga pandemi dan memanasnya kondisi geopolitik, pada
pekan ketiga Februari 2022, IHSG berhasil mencetak rekor terbaru melampaui level 6800,
didukung net buy asing yang telah menembus angka Rp 15 triliun sejak awal tahun 2022 ini.
Perburuan investor asing atas saham perbankan, yang membukukan kinerja di atas ekspektasi, membawa IHSG melesat ke level tertinggi.

Di tahun 2021, IHSG berhasil menguat 10% year-on-year (yoy) dan ditutup di level 6581.
Berdasarkan Research Report Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang dipublikasikan pada
Desember 2021, target IHSG di akhir tahun 2022 di level 7600, yang artinya ada potensi
penaikan 15,5% secara tahunan. Target IHSG berdasarkan asumsi pertumbuhan laba bersih
sebesar 18% yoy untuk tahun 2022 dan 10% yoy untuk tahun 2023.(PP-04)
Komentar Anda

Berita Terkini