Sejumlah Wartawan Kecam Pernyataan dr Salomo Sebut Semua Wartawan di Sergai Bisa Dibayar Penguasa

HARIAN9 author photo

 


SERDANG BEDAGAI | H9

Sejumlah wartawan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengecam pernyataan dr Salomo Siahaan yang mengatakan bahwa wartawan di Sergai semua bisa dibayar.

Pernyataan itu, terkait adanya sejumlah Pegawai di Rumah Sakit Sultan Sulaiman Sergai yang terpapar Covid 19 dan belum dipublikasikan oleh wartawan.

"Saya selaku wartawan, sangat kecewa dengan pernyataan dr Salomo tersebut. Apalagi, Salomo itu seorang dokter. Selain itu, Salomo tidak mempunyai hak untuk menyampaikan hal itu. Yang mempunyai hak itu, ya juru bicara Satgas Covid 19. Jadi, juru bicara lah yang seharusnya menyampaikan kepada wartawan, bukan Salomo,"ujar Ardi, wartawan Kongkrit.com.

Seharusnya, kata Ardi, jika benar yang dikatakan dr Salomo itu, dia itu harus mempunyai data yang valid. Sehingga bahasa yang diucapkan dengan mengatakan kalau semua wartawan di Sergai itu bisa dibayar itu bisa dipertanggungjawabkan.

"Bahasa itu jangan mengada-ngada, sehingga tidak membuat fitnah. Tunjukkan buktinya kalau benar wartawan itu bisa dibayar oleh penguasa," ungkapnya.

Senada disampaikan, Endang Wahyudi wartawan Topkota.com. Ia menuding, bahwa bahasa yang lontarkan dr Salomo itu cuma membuat kegaduhan di kalangan wartawan.

"Bahasa yang diucapkannya itu jelas menyakitkan hati wartawan. Apalagi, ucapannya itu disampaikannya di muka umum," kata Endang.

Dengan adanya bahasa dari dr Salomo tersebut, kata Endang, jelas mencoreng nama wartawan di Sergai. Dan ini, harus dibawa ke ranah hukum agar menjadi suatu pelajaran baginya.

"Terkait hal ini, kita akan kordinasi dengan teman teman wartawan. Jalur apa yang harus ditempuh," ungkapnya.

Sebelumnya, bahasa menghina wartawan ini muncul terkait adanya sejumlah pegawai Rumah Sakit Sultan Sulaiman Sergai yang terpapar covid 19. Dan dr Salomo mengatakan, kenapa berita itu tidak di publiskan oleh wartawan, apakah wartawan Sergai itu sudah dibayar oleh penguasa, sehingga tidak mau memberitakannya.

Bahasa tersebut diucapkan dr Salomo kepada sejumlah wartawan dan ASN yang kebetulan sedang ngopi di salah satu warung roti Seroja tepatnya di Depan Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Senin (21/2/2022) sekira pukul 09:00WIB.

"Pegawai RSUD Sultan Sulaiman hampir 60 persen terpapar covid-19, makanya saya tidak masuk kerja, biasanya kalau sudah hampir 60 persen, Rumah Sakit tersebut wajib ditutup, itu standatnya. Ditambah lagi tidak ada publikasi soal ini, ya gimana Wartawan Sergai semua bisa dibayar,"sebut Salomo.

"Karna info ini senyap semua, sudah sering kali aku bilang gitu sering kalipun, karna wartawan Sergai sudah dikop semua oleh penguasa,"lanjutnya.

Namun saat digencar pertanyaan siapa penguasa tersebut, Salomo hanya mengatakan"ngak usah kubilang lah itu,'' karna setiap ada masalah senyap, setiap ada info juga senyap,"papar Salomo

Saat disinggung terkait data Pegawai RSU Sultan Sulaiman yang hampir 60 persen terpapar covid-19. Salomo menjelaskan, hasil Tes PCR dari 398 orang terdiri ASN dan Honore pada hari Jumat (18/2) sebanyak 12 orang, Sabtu (19/2) sebanyak 6 orang dan 2 orang pasien positif dan Minggu (20/2) sebanyak 12 orang,"kata Salomo.

Namun, setelah dicek data tes hasil PCR, dirinya langsung meminta kepada awak media untuk meralat jumlah pegawai RSUD Sultan Sulaiman Terpapar covid-19, bahwa jumlah semuanya hanya 30 persen bukan 60 persen ralatnya.

"Sedangkan untuk masalah tutup rumah sakit, itu anti biologi atau SKM yang menyampaikan bilang tutup atau tidak tutup,''ucap Salomo yang sebelumnya sudah menyampaikan bahwa RSUD Sultan Sulaiman tersebut wajib ditutup.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satgas Covid-19, Drs. Akmal Koto mengatakan, hasil data Dasbot aplikasi Dinas Kominfo pada hari Jumat (18/2) pada pukul 14:00WIB untuk data yang terkonfirmasi di Kabupaten Sergai 46 orang. Untuk hari Sabtu dan Minggu kita tidak membuka Dasbot aplikasi tersebut.

Namun Hasil Dasbot Aplikasi
Dinas Kominfo, pada hari Senin (21/2) sebanyak 106 terkonfirmasi terpapar covid-19 artinya dari hari Jumat sampai hari Sabtu dan Minggu sebanyak 60 penambahan kasus di Kabupaten Sergai.

Menanggapi hal ini, RSUD Sultan Sulaiman, dr. Ahmad Idris Daulay membantah dengan pernyataan keterangan dr Salomo tersebut.

"Tidak benar itu, jika dirinya menyebutkan hampir 60 persen pegawai RSUD Sultan Sulaiman terpapar covid-19, dirinya harus bisa menunjukkan bukti data tes PCR, bukan cerita ditempat umum,"ungkap dr Ahmad Idris Daulay.

Sementara itu, dr Salomo yang dikonfirmasi melalui Pesan WhatsApp (WA) nya terkait hal ini tidak dijawab. (WPU06).

Komentar Anda

Berita Terkini