Soal Pernyataan dr. Salomo Yang Sebut Semua Wartawan Bisa Dibayar, Ketua PWI dan IWO Sergai Angkat Bicara

HARIAN9 author photo

 


SERDANG BEDAGAI | H9
Terkait masalah pernyataan dr Salomo Siahaan seorang staf di Rumah Sakit Sultan Sulaiman yang mengatakan bahwa semua wartawan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bisa dibayar. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sergai pun angkat bicara.

Kepada sejumlah rekan rekan Media di Sei Rampah, senin (21/2/2022) sore di Sei Rampah, Ketua PWI Sergai Edi Saputra pun mengecam keras pernyataan tersebut. Dikatakan Ketua PWI, bahwa pernyataan tersebut merupakan pernyataan picik yang tidak berdasar.

"Jika dia (dr.Salomo) berani mengutarakan hal tersebut, dia harus mempunyai bukti akurat yang bisa beliau pertanggung jawabkan," ungkap Eet sapaan akrab Edi Saputra.

Terlebih, lanjut Ketua PWI, yang beliau singgung itu seluruh Wartawan di Sergai dan bukan oknum wartawan, berarti dr.Salomo telah menyingung dan menuding seluruh Wartawan yang ada di Sergai itu tidak baik.

Padahal Wartawan di Sergai khususnya anggota PWI dalam bertugas tetap berupaya mengacu Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik yang selalu berupaya bersikap profesionalisme dalam bertugas.

"Pernyataan dr.Salomo tersebut jelas-jelas menyinggung serta menciderai hati dan perasaan Wartawan yang ada di Sergai dan dr Salomo harus mempertangungjawabkan tudingan tersebut," ujarnya.

Senada disampaikan Ketua IWO Sergai Zuhari, dirinya sangat menyayangkan statemen seorang dokter yang terkesan Asbun (Asal bunyi), tanpa menjelaskan wartawan mana yang bisa dibayar dalam konteks apa.

Pernyataan dr. Salomo ini, kata Zuhari, jelas sangat menyinggung perasaan wartawan di seluruh Indonesia. Sebab, beliau yang ke seharian bekerja sebagai dokter, semestinya bijak dalam memberikan komentar dan tanggapan, jangan menimbulkan ketersingungan terhadap profesi wartawan.

"Kita berharap beliau dapat menarik statemennya terkait "wartawan Sergai semua bisa dibayar" dan meminta maaf kepada seluruh wartawan lewat media massa, baik itu surat kabar maupun media online,"tegas Zuhari.

Selain itu, lanjut Zuhari, kita sarankan beliau untuk tidak mengulangi perbuatannya yang Asal bunyi saja. Bicara lah sesuai fakta sebagaimana beliau menjalankan tugasnya sebagai dokter.

"Pernyataan beliau itu sudah termasuk dalam kategori penghinaan dan pelecehan terhadap profesi wartawan. Jika dr. Salomo tidak meminta maaf, bisa saja wartawan yang bertugas di berbagai Kabupaten/Kota di Indonesia membawa masalah ini ke ranah hukum."pungkas Zuhari.

Sebelumya, Sebelumnya, bahasa menghina wartawan ini muncul terkait adanya sejumlah pegawai Rumah Sakit Sultan Sulaiman Sergai yang terpapar covid 19. Dan dr Salomo mengatakan, kenapa berita itu tidak di publiskan oleh wartawan, apakah wartawan Sergai itu sudah dibayar oleh penguasa, sehingga tidak mau memberitakannya.

Bahasa tersebut diucapkan dr Salomo kepada sejumlah wartawan dan ASN yang kebetulan sedang ngopi di salah satu warung roti Seroja tepatnya di Depan Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Senin (21/2/2022) sekira pukul 09:00WIB.

"Pegawai RSUD Sultan Sulaiman hampir 60 persen terpapar covid-19, makanya saya tidak masuk kerja, biasanya kalau sudah hampir 60 persen, Rumah Sakit tersebut wajib ditutup, itu standatnya. Ditambah lagi tidak ada publikasi soal ini, ya gimana Wartawan Sergai semua bisa dibayar,"sebut Salomo.

"Karena info ini senyap semua, sudah sering kali aku bilang gitu sering kalipun, karena wartawan Sergai sudah dikop semua oleh penguasa,"lanjutnya.

Namun saat digencar pertanyaan siapa penguasa tersebut, Salomo hanya mengatakan"ngak usah kubilang lah itu,'' karna setiap ada masalah senyap, setiap ada info juga senyap,"papar Salomo

Saat disinggung terkait data Pegawai RSU Sultan Sulaiman yang hampir 60 persen terpapar covid-19. Salomo menjelaskan, hasil Tes PCR dari 398 orang terdiri ASN dan Honore pada hari Jumat (18/2) sebanyak 12 orang, Sabtu (19/2) sebanyak 6 orang dan 2 orang pasien positif dan Minggu (20/2) sebanyak 12 orang,"kata Salomo.

Namun, setelah dicek data tes hasil PCR, dirinya langsung meminta kepada awak media untuk meralat jumlah pegawai RSUD Sultan Sulaiman Terpapar covid-19, bahwa jumlah semuanya hanya 30 persen bukan 60 persen ralatnya.

"Sedangkan untuk masalah tutup rumah sakit, itu anti biologi atau SKM yang menyampaikan bilang tutup atau tidak tutup,''ucap Salomo yang sebelumnya sudah menyampaikan bahwa RSUD Sultan Sulaiman tersebut wajib ditutup.(WPU06)

Komentar Anda

Berita Terkini