cari


 

Sosialisasikan Program Good Design Indonesia, Kemendag Bidik Peningkatan Ekspor Industri Manufaktur

harian9 author photo


SURABAYA| H9

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN)  Kementerian Perdagangan membidik peningkatan ekspor di sektor industri manufaktur. Salah satu  upayanya dilakukan melalui perbaikan desain produk manufaktur.  

Hari ini, Selasa (22/2) di Surabaya, Ditjen PEN menggandeng Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Ciputra Surabaya untuk menyosialisasikan program Good Design Indonesia (GDI) 2022. Kegiatan dilaksanakan secara hibrida di Surabaya, Jawa Timur. Acara ini dihadiri para  akademisi, desainer, dan pelaku usaha.  

“Kementerian Perdagangan telah melakukan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan  ekspor. Misalnya, memfokuskan kembali ekspor dari produk primer ke produk industri atau olahan  bernilai tambah, diversifikasi produk ekspor, serta menjalin perjanjian perdagangan dengan  negara mitra dagang baru. Momentum peningkatan ekspor sepanjang tahun 2021 yang mencetak  rekor baru di angka USD 219,25 miliar juga perlu dijaga melalui program kerja yang mendukung target peningkatan ekspor dan percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Menteri  Perdagangan Muhammad Lutfi pada kesempatan terpisah. 

Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi menjelaskan, sosialisasi GDI 2022 merupakan salah satu upaya Kemendag dalam mengeksplorasi potensi industri di dalam negeri yang bernilai komersial tinggi di  pasar global. 

“GDI juga merupakan bentuk apresiasi terhadap desainer dan pelaku usaha  berpotensi ekspor yang berhasil menciptakan produk dan jasa bernilai tambah. Khususnya produk  manufaktur yang memanfaatkan kecanggihan teknologi,” katanya. 

Ia menyampaikan, selain dari sisi fungsi dan estetika, nilai tambah yang menjadi fokus pada  tahap penjurian GDI adalah nilai komersialnya di pasar domestik maupun global, serta dampaknya  terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas.  

“Kriteria penilaian tersebut berangkat dari kesadaran atas dampak gaya hidup manusia yang  berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap lingkungan. Pengaruh tersebut menyebabkan  terjadinya peningkatan permintaan pasar terhadap produk-produk dan jasa yang berkelanjutan  serta ramah lingkungan,” jelasnys.

Dalam praktiknya, lanjutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Untuk mewujudkan hal  tersebut, dibutuhkan upaya kolektif dari semua pemangku kepentingan dalam pengembangan produk berbasis desain berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kreativitas dan inovasi  melalui pemanfaatan teknologi.

“Ke depan, aspek keberlanjutan (sustainability), ekonomi hijau (green economy), dan ekonomi digital (digital economy) akan membentuk pengembangan desain di masa mendatang. Hal ini juga  sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs),”  imbuhnya.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Miftah Farid menuturkan, selama lima tahun  penyelenggaraan GDI, Kemendag telah melihat produk atau jasa hasil karya pelaku usaha berlatar  belakang pendidikan desain formal yang memiliki konsep bagus. Umumnya, pelaku usaha tersebut  juga memiliki kemampuan menulis dalam menjelaskan produk (story telling) yang inspiratif serta  mampu menyampaikan pesan atau makna suatu produk dengan baik.

“Untuk itu, Kemendag secara intensif menyosialisasikan kegiatan GDI kepada pemangku  kepentingan tertarget dan menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme pendaftaran dan  kriteria penilaian. Materi lainnya yang menjadi fokus kegiatan sosialisasi yaitu manfaat bagi  pelaku usaha atau desainer yang berhasil meraih penghargaan GDI. Contohnya, meningkatnya  reputasi perusahaan dan produk serta pengakuan dan kepercayaan konsumen, sekaligus  memperluas pemasaran produk baik di pasar domestik maupun ekspor,” jelas Miftah. 

Selama acara berlangsung, lanjutnya, para peserta juga memberikan masukan seputar isu  mengenai keterkaitan antara desain dan peluang pasar ekspor bagi produk dan jasa bernilai  tambah. 

“Kemendag mengapresiasi kontribusi lembaga pendidikan dalam mencetak pelaku pelaku usaha baru yang memiliki talenta desain sekaligus kemampuan bisnis yang mumpuni,” pungkasnya.

Penyelenggaraan GDI 2022 mengusung tema “Gateway towards Global Market”. Tujuannya untuk  mendukung perkembangan desain industri berteknologi tinggi di Indonesia. Selain itu, GDI diharapkan dapat membangun citra Indonesia sebagai negara yang mampu menghasilkan produk  dengan desain baik dan dapat dijual untuk menjadi sumber ekonomi bagi pekerjanya.  

Pendaftaran GDI telah dibuka sejak tanggal 20 Januari 2022 dan akan ditutup pada akhir Maret  2022. Informasi lengkap tentang GDI dan formulir pendaftaran daring dapat diakses melalui tautan  iddc.kemendag.go.id/gdi atau menghubungi panitia melalui surat elektronik ke  direktoratp2e@kemendag.go.id. 

Sebelumnya pada 17 Februari 2022 lalu, Kementerian Perdagangan juga telah menyosialisasikan  GDI 2022 secara hibrida di Bandung, Jawa Barat. Selanjutnya, sosialisasi akan digelar pada 1—4  Maret 2022 secara hibrida di Yogyakarta. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini