Taksonomi ASEAN Menjadi Komitmen Atasi Dampak Perubahan Iklim

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan para pembuat kebijakan di negara-negara anggota ASEAN telah merumuskan dan meluncurkan taksonomi ASEAN untuk keuangan berkelanjutan. Ini menjadi upaya untuk mencapai pemulihan hijau di kawasan Asia Tenggara.

“Taksonomi ASEAN berfungsi sebagai common language di seluruh negara ASEAN untuk membiayai kegiatan ekonomi berkelanjutan, serta untuk mewakili komitmen kolektif negara anggota ASEAN dalam transisi menuju kawasan yang berkelanjutan,” katanya secara daring dalam OECD Ministerial Meetingdi Jakarta, Rabu (09/02).  

Ia mengungkapkan perubahan iklim diproyeksikan memiliki dampak yang tidak proporsional pada negara-negara anggota ASEAN, baik dari perspektif lingkungan maupun sosial ekonomi.

“Dengan ancaman yang sangat signifikan terhadap kesejahteraan, mata pencaharian, dan kegiatan ekonomi, fokus saat ini adalah bagaimana negara-negara ASEAN dapat berkembang dan maju tanpa meningkatkan emisi karbon,” ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskanya, taksonomi ASEAN dirancang untuk menjadi sistem klasifikasi yang inklusif dan kredibel untuk mengklasifikasikan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan. Harapannya, pembentukan taksonomi ASEAN dapat menarik investasi global ke ASEAN untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan.

“Taksonomi ASEAN diharapkan dapat meningkatkan sektor swasta dan partisipasi investor untuk berinvestasi dalam proyek hijau di ASEAN dan pada gilirannya juga akan mendukung pemulihan ekonomi hijau,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu meminta OECD sebagai mitra dapat membantu mempromosikan taksonomi ASEAN agar dapat memfasilitasi investasi dan pembiayaan ASEAN hijau serta kegiatan transisi. Selain itu, OECD juga dapat mendukung pengembangan atau peningkatan lebih lanjut dengan mempertimbangkan struktur ekonomi ASEAN dan tahapan perkembangannya. (WP.03/rel)


 

Komentar Anda

Berita Terkini