Tim Dosen Universitas Medan Area Lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Lingga, Karo

harian9 author photo
 

MEDAN| H9
Tim dosen Universitas Medan Area (UMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Kegiatan PKM ini berlangsung mulai tanggal 18 – 20 Pebruari 2022. 

Tema PKM adalah “Teknologi Edible Coating Berbasis Stearin Untuk Memperpanjang Masa Simpan Cabe di Desa Lingga”. PKM adalah salah satu tugas pokok dosen selain pengajaran dan penelitian di perguruan tinggi yang wajib melaksanakan Tri Dharma. 

Hal ini merujuk pada Undang-undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (aturan tambahan mengenai standar Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Tim PKM UMA diketuai oleh Healthy Aldriany Prasetyo, STP., MT dan anggota terdiri dari; Angga Ade Sahfitra, SP., M.Sc. dan Dwika Karima Wardani, SP., MP. Dalam penjelasannya, Healthy Aldriany Prasetyo, STP., MT mengatakan bahwa kegiatan PKM ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh dosen-dosen di UMA. 

Untuk kali ini, lokasi kegiatan dipilih sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani
di Desa Lingga. Tim PKM UMA telah berkoordinasi dengan salah satu Kelompok Tani yang ada di Desa Lingga untuk bekerjasama sebagai mitra, yaitu : Kharisma Horti, yang bergerak di bidang penangkaran benih dan bibit hortikultura.

Menurut Ketua Kelompok Kharisma Horti, Sumatera Tarigan, bahwa kelemahan pemasaran hasil hortikultura terletak pada proses pasca panen. Hal itu dinyatakan oleh beliau karena selama ini pemasaran hasil hortikultura tidak pernah mendapat sentuhan teknologi yang memadai sebelum dipasarkan sehingga cepat menjadi rusak dan harga tertekan rendah.

Atas dasar itu maka Tim PKM UMA memilih teknologi yang dapat diterapkan di tingkat petani. Salah satu teknologi pasca panen yang dapat menjadi solusi terhadap masalah pasca panen tersebut adalah Teknologi Edible Coating. Istilah edible coating merujuk kepada bahan pelapis yang dapat dimakan dan aman. 

Teknologi ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh petani karena semua bahan dan alat
tersedia dan murah. Sebelum dilaksanakan demo aplikasi edible coating, tim memberikan penyuluhan tentang manfaat edible coating pada hasil hortikultura. Penyuluhan diberikan kepada peserta PKM yang umumnya adalah petani-petani milenial. 

Setelah memahami tentang metabolisme hasil hortikultura terutama arti penting respirasi, maka dilanjutkan dengan demo aplikasi edible coating terhadap cabe. Bahan yang digunakan
sebagai edible coating adalah : Stearin, Gliserol, Carboxymethyl Cellulose (CMC) dan Aquades.

Sedangkan proses aplikasi digunakan spray gun dengan mini compressor sebagai sumber tekanan angin. Atas hasil yang diperlihatkan selama demo, Ketua Kharisma Horti dan peserta merasa senang dan puas melihat perubahan perbedaan sebelum dan sesudah cabe diberi edible coating. 

Kepada Ketua Tim PKM UMA, Healthy Aldriany Prasetyo, STP., MT beliau masih mengharapkan lagi kemitraan yang berkelanjutan antara Universitas Medan Area dan petani di desa tersebut untuk membantu mengatasi beberapa masalah di bidang pertanian. (rel)
Komentar Anda

Berita Terkini