Anak Muda Harus Berkontribusi Bantu Bobby Nasution Atasi Banjir Medan

harian9 author photo


 MEDAN| H9
Banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Medan, Minggu (27/2) lalu, menjadi perhatian besar Wali Kota Medan Bobby Nasution. Sejumlah upaya telah dilakukan agar penanganan banjir yang menjadi salah satu dari lima program prioritas utama dapat berjalan dan memberikan hasil yang optimal. 

Saat terjadinya banjir, Bobby Nasution bukan hanya sekadar berpangku tangan. Sejak malam hingga menjelang Subuh, menantu Presiden Joko Widodo tersebut langsung turun ke sejumlah titik lokasi banjir untuk melihat dan mencari tahu penyebab terjadinya banjir. 

Di sela-sela peninjauan yang dilakukan untuk melihat kondisi drainase, Bobby Nasution juga mengunjungi warga yang terdampak banjir. Sebab,  suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu itu ingin memastikan bahwa warga dalam kondisi baik seraya menunggu bantuan datang dari Pemko Medan melalui OPD terkait. 

Dari hasil peninjauan yang dilakukan Bobby Nasution, diketahui bahwa sejumlah drainase dipenuhi sedimentasi dan tumpukan sampah. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab banjir karena drainase tidak memiliki daya tampung sehingga mengakibatkan air meluap ke jalan.

 Oleh karenanya, dalam penanganannya, Bobby Nasution mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta berkontribusi agar permasalahan banjir dapat teratasi, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke dalam parit dan sungai. 

“Mohon dukungan seluruh pihak termasuk masyarakat. Mari kita jaga bersama dan bekerja sama untuk tidak buang sampah sembarangan apalagi ke dalam parit dan sungai,” kata Bobby Nasution baru-baru ini. 

Aktifis lingkungan Bobby Septian memberikan tanggapannya terkait banjir yang terjadi di Kota Medan. Dikatakan Bobby, banjir Kota Medan terjadi akibat masalahnya yang terbilang cukup kompleks. 

“Banjir ini disebabkan oleh banyak hal seperti banyaknya sampah, kasus deforestasi kawasan hutan, yang mana sumber serapan di kawasan hulu itu sudah rusak dan maka apabila hujan terjadi banjir,” bilang Bobby Septian saat dihubungi, Senin (7/3). 

Dalam masalah banjir, imbuh Bobby, seluruh stakeholder harus saling berpangku tangan dan berkontribusi, tidak terkecuali bagi anak muda. Karena, anak muda dinilai memiliki semangat yang besar untuk sebuah perubahan sebagai generasi pemimpin nantinya. Hal kecil yang dapat dilakukan adalah dengan tidak buang sampah sembarangan. 

“Namun, artinya kesadaran tidak buang sampah sembarangan itu harus tertanam pada diri siapa saja. Mari kita mulai untuk tidak buang sampah sembarangan. Tidak berperilaku buruk terhadap alam,” harapnya. 

Kontribusi lain yang bisa dilakukan masyarakat, termasuk anak muda, sambung Bobby, mulai membangun sumber-sumber resapan seperti lobang piori dan melakukan penanaman tumbuhan. Lalu  ditambah dengan gerakan konservasi atau kampanye sadar lingkungan oleh banyak komunitas di Kota Medan sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam penanganan banjir.

 “Sebagai anak muda, apa kontribusi kita untuk kota ini? Komen narasi provokator? Saya rasa tangan kita akan lebih berguna untuk buang sampah pada tempatnya. Semangat  dan tenaga kita gunakan untuk membantu sesama dan otak kita berpikir kreatif untuk solusi permasalahan banjir di kota ini,” ungkapnya.(PR-01)

Komentar Anda

Berita Terkini