cari


 

Antisipasi Terjadi Penimbunan Personil Polres Padangsidimpuan Monitoring Ketersediaan Migor

harian9 author photo

 

PADANGSDIMPUAN| H9
Polres Padangsidimpuan terus lakukan deteksi dan monitoring ketersedian minyak goreng (migor) kemasan dan curah di sejumlah swalayan dan toko sembako di wilayah Kota Padangsidimpuan, Sabtu (26/3/2022).

Deteksi dan monitoring migor dipimpin Kanit IV Tipiter Polres Kota Padangsidimpuan Ipda. Andika Sembiring SH, M.Psi, didampingi Kanit II Satintelkam Ipda. Andi Situmorang dan sejumlah personil Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan.

Adapun sasaran monitoring yakni, swalayan 88 Jalan Imam Bonjol Kelurahan Aek Tampang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Toko Rahman Rangkuti Jalan Thamrin Kelurahan Wek III Kecamatan Padangsidimpuan Utara dan Toko Sahabat Jalan Thamrin Kelurahan Wek III Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Dari hasil monitoring tersebut, stok migor dan harga jual migor di masing-masing swalayan dan toko sembako bervariasi yakni di swalayan 88 stock migor kemasan merk Sunco sebanyak 350 liter dengan kemasan 2 liter dan harga jual sebesar Rp 23.500 / liter.

Kemudian, di Toko Rahman Rangkuti memiliki stock migor kemasan merk Sunco sebanyak 250 liter dengan kemasan 1liter, dengan harga eceran sebesar Rp 24.000 / liter dan Toko Sahabat memiliki stock migor kemasan merk Sunco sebanyak 150 liter dengan kemasan 1 liter, seharga Rp 24.000/liter.

Dalam kesempatan tersebut Kanit IV Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan
Ipda. Andika Sembiring SH, M.Psi, 
menghimbau agar pengusaha tidak melakukan penimbunan terhadap migor dan menyalurkan kepada masyarakat selaku konsumen.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Juliani Prihartini,,SIK, MH melalui Kasi Humas AKP. Maria Marpaung, SE, MM mengatakan, deteksi dan monitoring migor yang dilakukan jajarannya guna menjalankan instruksi pimpinan atas terkait antisipasi penimbunan migor.

" Mengingat sulitnya mendapatkan migor dan harga yang tidak stabil, kita langsung turunkan tim ke lapangan guna mendata permasalahan di tingkat penjualan guna dicari solusinya, " terang Kasi Humas. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini