Berbahaya, Harus Hati-hati Melintas di Rute Danau Toba - Berastagi

harian9 author photo


BERASTAGI| H9
Jarak Simpang Tiga Merek ke Kota Wisata Berastagi hanya 33 Km, Standart untuk daerah tujuan wisata bisa ditempuh dengan waktu setengah jam saja. Namun kenyataannya, bisa memakan waktu 1.5 hingga 2 jam. 

Pasalnya, selain kondisi jalan banyak berlobang, dan relatif sempit, juga melewati 2 pasar Tradisional yang sering jadi biang kemacetan, Pasar Tiga Panah dan Pasar Roga Berastagi, selain itu kondisi jalan menyeberangi Jembatan Lau Dah, menurun dan menanjak, sempit dan tidak ada beram jalan hingga jantung Kota Kabanjahe, Pusat Pasar. Padahal, Jarak Simpang Tiga Merek ke Kota Kabanjahe hanya 21 Km saja. 

Warga Desa Wisata Tongging yang juga aktif sebagai Sociopreneur di bidang Usaha Pariwisata dan Pertanian, Benson Kaban mengatakan sudah kerap kali terjadi kecelakaan lalulintas disepanjang rute ini. Belum lagi kondisi pagi-pagi, pekerja tumpah ruah kejalan raya di sekitar Jembatan Lau Dah hingga simpang Jalan Lingkar Kota Kabanjahe, macatnya saja bisa memakan waktu 1 hingga 2 jam. 

"Anak sekolah, pegawai, pedagang dan pekerja lainnya yang berasal dari kecamatan Tigapanah, Barusjahe dan Merek untuk memasuki kota Kabanjahe acap kali terlambat, begitu juga sebaliknya," katanya, Jumat (25/3/2022).

Hal yang sama, Simpang Tiga Merek ke Dermaga Tongging hanya 9 Km, begitu kita memasuki Jalan menuju Air Terjun, kita akan melintasi jalan tanpa parit, ada genangan air sepanjang 50 meter, yang kedalamannya membuat mobil sedan terendam, belum lagi jalan menurun yang rawan longsor, sempit, tidak bisa dilalui bus Pariwisata dan untuk mobil kecil saja sulit untuk berselisih. 

"Sudah seharusnya menjadi perhatian khusus Pemkab Karo tentang hal ini, koordinasi dan loby ke pemerintahan provinsi hingga pemerintahan pusat harus dilakukan segera. Pemkab Karo juga harus lebih kreatif, misalnya dengan membuat kegiatan bertaraf Internasional di Kawasan Danau Toba, tentunya kondisi jalan segera akan menjadi perhatian pemerintah Pusat," ujarnya.

Lebih lanjut, sudah selayaknya Jalan Merek - Kabanjahe diusulkan menjadi Dua Jalur, menata khusus bahwa Kecamatan Merek dan Tiga Panah adalah Pintu Depan Sekaligus wajahnya Kabupaten Karo. Pemkab Karo juga harus memberi perhatian khusus kepada kaum Urban atau Pekerja buruh tani yang menunggu kerja antri sepanjang jalan yang membuat kemacatan Parah di sekitar Simpang Jalan Lingkar - Jembatan Lau Dah di Kabanjahe. 

"Juga, Pemkab Karo juga bisa menggandeng Karang Taruna untuk membentuk tim khusus patroli  jalan raya, memantau jalan rusak dan menimbun jalan berlobang, untul menekan angka kecelakaan lalu lintas," pungkasnya. (PP-04)

Komentar Anda

Berita Terkini