Lagi, Terkait Video Romo Syafi'i, Kantor DPRD dan Gerindra Sergai di Demo

HARIAN9 author photo

 


SERDANG BEDAGAI | H9

Video anggota DPR RI HR Muhammad Syafi'i alias Romo yang mengatakan Bupati perlu diajari Pancasila terus berbuntut panjang. Jika sebelumnya, kader Pemuda Pancasila (PP) yang menggelar aksi damai di Kantor DPRD dan kantor Gerindra Serdang Bedagai (Sergai) di Sei Rampah. 

Kini giliran Forum Milenial Bersatu (FMB) Cabang Sergai yang menggelar aksi tersebut, kamis (24/3/2022). 

Dalam aksi tersebut, ada 4 poin pernyataan sikap yang disampaikan oleh FMB cabang Sergai tersebut. Ke 4 poin tersebut yakni : 

1. Meminta kepada Bapak Prabowo Subianto untuk mencopot dr Riski Ramadhan Hasibuan dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sergai yang telah gagal menjalin komunikasi yang baik dengan Forkopimda, khususnya pemerintah Kabupaten Sergai dan selalu membuat kegaduhan di internal lembaga legislatif DPRD Sergai.

2. Mendesak bapak Romo Syafi'i selaku kader partai Gerindra yang juga anggota DPR RI daerah pemilihan Sumut 1 untuk meminta maaf kepada masyarakat Sergai karena telah membuat konflik kegaduhan di tengah tengah masyarakat.

3. Mendesak komisi B DPRD Sergai untuk menjalankan fungsinya sebagai pengawasan dan menyelesaikan persoalan pasar pasar rakyat yang ilegal di Kabupaten Sergai yang selalu membuat konflik horizontal masyarakat dengan pemerintah daerah.

4. Usut mafia pasar rakyat ilegal di Kabupaten Sergai. 

Sementara itu, Ketua FMB Kabupaten Sergai, Khairul Azmi Sinaga didampingi Ketua FMB Sumut Arfi Hasian Hasibuan, Korlap FMD Pandu Prasetia kepada awak media menyampaikan kekecewaannya terhadap Ketua DPRD Sergai yang tidak mau menemui  massa FBM yang melakukan aksi damai. 

Khairul Azmi mengatakan, aksi damai ini terkait video pernyataan anggota DPR RI Fraksi Gerindra Romo yang di posting akun facebook Riski Center. Dengan mengatakan " Bupati perlu diajari Pancasila". 

Bahasa tersebut, kata Khairul, dianggap telah mendiskreditkan atau menjatuhkan wibawa Bupati Sergai serta membuat kegaduhan dimasyarakat. 

Terkait Pekan Lelo lanjut Khairul, FBM menduga, bahwa Ketua DPRD Sergai tersebut jelas telah membekingi keberadaan Pekan Lelo yang dipastikan melanggar perda nomor 7 tahun 2018 pasal 28, pasal 29 ayat 1 di huruf a dan di pasal 35. 

Karena disitu disebutkan, bahwa setiap orang atau badan usaha yang akan melaksanakan kegiatan usaha dibidang pasar rakyat wajib memiliki IUP2T.

"Dari Perda itukan sudah jelas, bahwa setiap orang atau badan usaha yang akan melaksanakan kegiatan usaha dibidang pasar rakyat, wajib memiliki IUP2T. Jadi, kami menduga, Ketua DPRD punya kepentingan di Pekan Lelo tersebut,"ucapnya.

Sementara itu, Plh Sekretaris DPRD Sergai Ingan Malem saat dikonfirmasi wartawan, menjelaskan, Bahwa Ketua DPRD Sergai dr Riski Ramadhan Hasibuan sedang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Toba untuk pembahasan Ranperda terkait produk hukum desa yang sedang dibahas saat ini, mulai tanggal 24 -26 Maret 2020.(WPU06) 

Komentar Anda

Berita Terkini