Sesalkan Perkataan Romo Syafi'i, Tokoh Masyarakat Sergai Sayuti Nur : Tak Sepantasnya Seorang Anggota DPR RI Bicara Seperti Itu

HARIAN9 author photo

 


SERDANG BEDAGAI | H9

Menanggapi video Romo Syafi'i, salah seorang anggota DPR RI yang diposting akun facebook Riski Centre baru-baru ini terus menuai beragam tanggapan negatif  dari elemen masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). 

Tokoh masyarakat Sergai Drs H Sayuti Nur M.Pd kepada sejumlah wartawan di Sei Rampah, senin (21/3/2022) mengatakan, bahwa ucapan yang disampaikan Romo Syafi'i tersebut jelas sangat menyinggung perasaan masyarakat Sergai. 

"Perkataan itu, pastinya menyinggung perasaan masyarakat Sergai. Meskipun Romo itu memiliki hak imunitas untuk berbicara, namun tidaklah pantas seorang anggota DPR RI bicara seperti itu," kata Sayuti Nur. 

Saat ini, kata Sayuti Nur, Sergai ini sudah kondusif, dan dikhawatirkan dengan munculnya perkataan Romo yang kontroversial tersebut, bisa mengundang kegaduhan di Kabupaten Sergai. Apalagi, Bupati Darma Wijaya ini merupakan putra terbaik Sergai. 

Hal itu bisa dibuktikan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lalu. Lebih dari 76 persen beliau dipilih masyarakat Sergai. Itu artinya, kata Sayuti, masyarakat Sergai paham betul bahwa Bupati Darma Wijaya ini sudah mengerti soal Pancasila dan tidak perlu di ajari tentang Pancasila.

"Walaupun Romo Syafii menggunakan kata-kata “KALAU”, tetapi kalimat tersebut tetap memiliki makna negatif terhadap Bupati dan Satppol PP Sergai. Ini yang kami nilai kurang patut. Sebagai seorang anggota DPR RI, seharusnya Romo itu bisa memberikan contoh yang positif dimasyarakat agar mentaati aturan, bukan justru memanfaatkan ekses dari penertiban pekan lelo tersebut untuk dijadikan panggung politik,"sebut pria yang pernah menjabat Ketua Fraksi PAN dan Wakil Ketua DPRD Sergai tersebut. 

Anggota Staf Ahli/Kelompok Pakar DPRD Sergai ini juga menilai, kalau ada kelompok masyarakat yang sengaja melanggar Peraruran Daerah (Perda) itu perilaku yang tidak Pancasilais dan kalau ada oknum anggota DPR RI yang membekinginnya, perilaku itu lebih tidak Pancasilais.

Lebih lanjut, disampaikan Sayuti, bahwa berkaitan dengan pasar Lelo, Pasar tersebut tidak memiliki izin artinya melanggar PERDA nomor 7 tahun 2018 tentang Penataan dan pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

"Jadi dalam hal ini, Bupati sebagai Kepala Daerah punya kewajiban untuk melaksanakan Perda tersebut dan Satpol PP merupakan perangkat yang disiapkan untuk melakukan tugas yang berkaitan dengan penegakkan Perda tersebut. Perda itu merupakan produk hukum, yang telah disepakati oleh Legislatif dan Eksekutif,"kata Sayuti. 

Saat disinggung sejumlah Wartawan terkaitan dengan sikap Ketua DPRD Sergai yang terkesan mendukung Pekan Lelo, Sayuti menyampaikan bahwa apapun yang dilakukan Ketua DPRD Sergai berkaitan dengan pasar Lelo itu merupakan hak Ketua DPRD. 

Dalam hal ini, Sayuti mengatakan bahwa dirinya tidak bicara orang perorang, namun dirinya berbicara masalah lembaga dan anggota DPRD

"Perda tersebut merupakan produk DPRD bersama Pemerintah, suka tidak suka itu sudah merupakan aturan yang wajib dipatuhi, sementara anggota DPRD memiliki fungsi pengawasan, berdasarkan fungsi pengawasan tersebut, DPRD punya kewajiban mengawasi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pemerintah harus menjalankan perda atau tidak boleh melanggar Perda, hal itu dilakukan untuk kebaikan yang lebih besar,"papar Sayuti.

"Kalau pun DPRD ingin membantu mencarikan solusi, sebaiknya menggunakan kewenangan DPRD dengan cara merevisi maupun menghapus Perda tersebut,"pungkas Sayuti.

Sebelumnya, konflik ini muncul setelah beredarnya video pidato Romo H.R. Muhammad Syafii di halaman Facebook (FB) Riski center pada tanggal 15 Maret 2022 lalu. 

Dalam video itu, Romo mengatakan, "misalnya menegakkan hukum membuat ketertiban dengan mukulin pedagang, merusak barang dagangan itu penghianat Pancasila, jadi kalau satpol PP yang melakukan itu, Satpol PP ini perlu di ajari Pancasila kalau yang memerintahkan nya Bupati, Bupati perlu di ajari Pancasila".

Video berdurasi 31 detik tersebut, di share di akun Facebook resmi milik ketua DPRD Sergai dr Riski Ramadhan Hasibuan. Video tersebut sudah dibagikan sebanyak 11 kali.(WPU06)

Komentar Anda

Berita Terkini