Bupati Aceh Tamiang: Jaga Keharmonisan, Manfaatkan Rumah Keadilan

harian9 author photo

 

ACEH TAMIANG |H9
Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn, bersama Kepala Kejaksaan Negeri, Agung Ardyanto, SH, meresmikan Rumah Keadilan Restoratif, kegiatan berlangsung di Kantor Datok Penghulu Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru pada Rabu (16/3/2022). 

Bupati  dalam sambutannya mengatakan, terima kasih kepada kejaksaan yang telah menggagas dan meluncurkan Rumah Keadilan Restoratif, sehingga perkara kecil atau ringan dapat diselesaikan di tingkat kampung,"jelasnya.

"Keadilan restoratif merupakan terobosan monumental yang dilakukan oleh kejaksaan.
Diharapkan dengan hadirnya Rumah Keadilan Restoratif, semakin banyak perkara-perkara kecil, masalah-masalah kecil dapat diselesaikan sehingga dapat segera mengembalikan ketenteraman dan keharmonisan masyarakat kampung setempat,"terang Bupati. 

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, Agung Ardyanto, SH menyampaikan, pendekatan mekanisme hukum tanpa dibawa ke meja hijau dikenal sebagai keadilan restoratif (restorative justice). Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengedepankan pendekatan mediasi antara pelaku dengan korban,"jelasnya.

"Pendekatan penyelesaian kasus ringan dengan terobosan tersebut didasarkan pada Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Aturan tersebut memungkinkan penuntutan kasus pidana yang ringan tak dilanjutkan apabila memenuhi sejumlah persyaratan. 

"Dalam Pasal 5 aturan itu, disebutkan bahwa perkara dapat dihentikan apabila tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, dan hanya diancam dengan pidana denda atau pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun. Kemudian, nilai barang bukti atau kerugian yang ditimbulkan akibat tindak pidana tidak lebih dari Rp. 2,5 juta. 

"Sebagaimana diliput banyak media, Jaksa Agung, St. Burhanuddin sebelumnya mengakui, bahwa upaya penegakan hukum saat ini masih mengutamakan aspek kepastian hukum dan legalitas formal dibandingkan dengan keadilan yang substansial bagi masyarakat.

"Hadirnya keadilan restoratif diharapkan selain menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat juga menghilangkan stigma atas pandangan masyarakat yang menilai hukum itu seperti pisau, tajam ke bawah namun tumpul ke atas," ungkap Kepala Kejaksaan. (WD-013). 

Komentar Anda

Berita Terkini