Bupati Aceh Tamiang: Pembangunan Jembatan Kembar Kualasimpang Akan Segera Dimulai

harian9 author photo

 

ACEH TAMIANG|H9
Pembangunan jembatan kembar Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang sudah akan mulai dilakukan Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Upaya tersebut dapat dilihat dengan turunnya tim  yang langsung melakukan pengukuran di lokasi  yang akan dibangun jembatan baru, tepatnya bersebelahan dengan jembatan lama. Rabu (30/3/2022). 

Dalam keterangannya, Bupati Aceh Tamiang Mursil SH MKn mengatakan, jembatan lama
sudah berusia puluhan tahun lamanya dan hasil pengukuran ini nantinya akan dibawa ke Banda Aceh untuk selanjutnya dibuat perencanaan,"jelasnya.

"Jembatan ini, kedepannya di bangun melintasi sungai Tamiang, diharapkan mampu menyahuti persoalan kemacetan arus lalu lintas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jembatan baru ini dibangun persis di sebelah yang lama dan selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung arus lalulintas dari arah Medan menuju Banda Aceh, serta sebaliknya.

"Jembatan lama Kualasimpang, saat ini terlihat sangat padat kendaraan yang melintas,  kerap kali terjadi kemacetan, disebabkan tingginya pengguna jalan.  Perkembangan infrastruktur sudah didukung teknologi modern, sehingga sangat memungkinkan proses pembangunan bisa lebih cepat. 

Lanjut Bupati yang turut didampingi Kadis PUPR Aceh Tamiang, Edi Mofrizal mengatakan, dalam pembangunan jembatan baru  cukup satu tahun mata anggaran, jembatannya dicetak, setelah itu tinggal dirangkai dilokasi,” terangnya. 

"Proyek pembangunan ini tidak memiliki kendala, meski sebagian besar lahan masih berdiri beberapa bangunan kios. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan pemilik kios sudah memiliki komitmen untuk mendukung pembangunan jembatan dan warga bersedia mengosongkan lahan ini bila jembatan dibangun, jadi tidak ada masalah lagi.

"Namun demikian, diharapkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, agar progres pembangunan bisa dilakukan sesuai target, jembatan baru ini diyakini bukan hanya mengatasi persoalan kemacetan, tapi juga akan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.

Bupati menambahkan, diharapkan masyarakat bijak dalam mengeluarkan kritikan, sebagian terkesan menghujat Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, karena dinilai tidak mampu memperbaiki beberapa bagian jembatan  yang rusak. “Bukan tidak mampu, tapi jembatan ini wewenang Kementerian PUPR, kita tidak tepat bila mengalokasikan APBK ke jembatan, sedangkan jalan yang menjadi tanggungjawab daerah masih banyak yang perlu dirawat,”tegasnya. (WD-013). 


Komentar Anda

Berita Terkini