Forum Alumni Teropong Dukung Program 1001 Guru Adaptif

harian9 author photo

 

BINJAI | H9
Program 1001 Guru Adaptif belum lama ini berjalan di Kota Binjai yang diinisiasi oleh Baitulmaal Muammalat (BMM) dan juga Prima Training & Media (PTM).

Tujuan dari program ini adalah untuk memantik para pendidik untuk  andal dalam pemanfaatan teknologi dan informasi dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya ketika gaya pendidikan di Indonesia menjadi perhatian besar ketika pandemi melanda.

Melihat program tersebut, Forum Alumni Teropong (FORMAT) yang merupakan organisasi kepemudaan yang juga memiliki perhatian khusus di bidang pendidikan dan literasi, melihat program baik ini wajib untuk di dukung.

M. Andi Yusri S.Sos, selaku Ketua FORMAT mengatakan, program ini harus mendapatkan dukungan banyak pihak.

"Pendidik sudah selayaknya menyiapkan diri untuk lebih adaptif. Salah satu skill yang wajib dimiliki adalah literasi yang kuat, seperti aktif dalam bidang menulis di era digital saat ini. Kami yang juga bergerak di bidang tulis menulis, melalui FORMAT Publishing siap menggandeng para pendidik yang ingin melahirkan karya-karya inspiratif sebagai warisan bagi anak bangsa," ujar Andi, Rabu (16/3/2022).

Wakil Ketua MUI Pusat Komisi Pendidikan & Kaderisasi yang juga pendiri Prima Training & Media, KH Wahfiudin Sakam SE MBA,  memaparkan terkait prediksi pertumbuhan populasi penduduk di dunia.

"Pertumbuhan terbesar terjadi di Asia dan Indonesia menempati tiga besar pertumbuhan penduduk terbesar di bawah China dan India. China dan India telah menemukan pusat keunggulannya dan kini saatnya Indonesia mulai mencari pusat keunggulannya," terang Wahfiudin.

Mewakili BMM, Rizki Situmorang menjelaskan sebelumnya program ini telah menyasar 100 guru pada awal Maret lalu, kali ini program kembali  digulirkan untuk menyapa dan mengajak 30 guru di SMPN 14 Binjai untuk mampu menjadi sosok yang adaptif.

Dia  menyerukan kepada para guru untuk senantiasa menjadi pendidik yang adaptif, karena kedepan persoalan pendidikan akan semakin kompleks.

"Pandemi yang terjadi setidaknya sudah menguji gaya belajar di bidang pendidikan, bagi pendidik yang tidak siap, tidak adaptif, maka akan menjadi cambukan bagi kita terhadap sistem belajar yang akan terus menerus berubah," ujar Rizki

Program beasiswa menjadi guru adaptif akan terus dilakukan sampai mencapai 1001 penerima manfaat beasiswa. Kini program ini baru menyentuh 130-an guru sehingga akan terus berlanjut sampai mencapai target yang diharapkan. (WM022)

Komentar Anda

Berita Terkini