ITPC Hamburg Dampingi Pelaku Usaha Indonesia Sukses Ekspor Perdana ke Jerman

harian9 author photo


HAMBURG| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) Rabu (30/03) merilis, Kemendag melalui Indonesian Trade Promotion Center  (ITPC) Hamburg melakukan pendampingan kepada PT Mahaquinn Energi Indonesia hingga berhasil  mendapatkan pembelian perdana dari buyer Jerman. PT Mahaquinn Energi Indonesia mengekspor  produk briket shisha sebanyak satu kontainer atau 23,1 ton dengan total nilai transaksi lebih dari  USD 30 ribu. PT Mahaquinn Energi Indonesia merupakan pelaku usaha binaan Export Coaching  Program Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (ECP PPEI) tahun 2021 di wilayah Jakarta. 

"Salah satu tugas dan fungsi utama perwakilan perdagangan yaitu melakukan pendampingan  kepada pelaku usaha, termasuk dalam melakukan aktivitas ekspornya ke negara akreditasi.  Keberhasilan ini tentunya akan dapat mendorong peningkatan kinerja ekspor nonmigas  Indonesia," Kepala ITPC Hamburg Eka Sumarwanto. 

“Momentum kegiatan ekspor produk briket shisha diharapkan dapat membangun kembali  aktivitas perdagangan di Jerman. Realisasi ekspor produk briket shisha Indonesia ke Jerman juga diharapkan dapat kembali seperti pada 2019 dengan memanfaatkan skema keagenan yang dilakukan PT Mahaquinn Energi Indonesia, apalagi produk briket ini termasuk dalam HS Code  bebas tarif bea masuk,” ujar Kepala ITPC Hamburg Eka Sumarwanto. 

Ia menuturkan, buyer Jerman telah berkomitmen untuk menjadikan PT Mahaquinn Energi  Indonesia sebagai salah satu agen produk briket shisha di wilayah Eropa. “Hal ini merupakan  peluang yang sangat menjanjikan. Khususnya karena Jerman merupakan salah satu hub penting  bagi produk Indonesia untuk masuk ke benua Eropa serta karena ketatnya peraturan dan regulasi  yang dimiliki oleh negara Jerman atau negara-negara di kawasan Eropa pada umumnya,” imbuhnya.   

Ia juga menyampaikan, PT Mahaquinn Energi Indonesia mendapatkan koneksi dengan buyer di Jerman melalui media sosial dan kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang dilakukan selama dua tahun. 

“Upaya ini perlu diapresiasi karena menjalin bisnis dengan buyer Jerman  memberikan tantangan dan pasarnya memiliki karakteristik tersendiri,” jelasnya. 

Dalam prosesnya, PT Mahaquinn Energi Indonesia menghadapi sejumlah kendala. Aktivitas ekspor PT Mahaquinn Energi Indonesia dimulai pada 8 Januari 2022 dengan mengirimkan produknya menggunakan jasa angkutan laut di tengah kondisi biaya angkutan laut yang tinggi.

Selain itu, tidak semua jalur pengiriman bersedia mengangkut produk briket shisha yang tergolong dalam barang berbahaya. Setelah berhasil melalui berbagai kendala tersebut, kontainer tiba di  pelabuhan Hamburg pada 5 Maret 2022 dan dirilis dari bea cukai Jerman pada 17 Maret 2022, lalu  tiba di gudang buyer pada 23 Maret 2022. 

“Dengan berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pengiriman produk ke Jerman, pada akhirnya PT Mahaquinn Energi Indonesia telah mengirimkan produk yang sudah memenuhi  spesifikasi sesuai kontrak dan telah menunjukkan hasil uji coba produknya yang memuaskan. Hal  ini penting dilakukan untuk membangun kepercayaan dalam berbisnis dengan pebisnis Jerman,” tambahnya. 

Ditegaskannya, ITPC Hamburg akan terus melakukan pendampingan kepada pelaku usaha  Indonesia agar bisa melalukan ekspor. 

"Kami siap membantu dan mendampingi para pelaku usaha  Indonesia, baik yang sudah atau yang belum menjadi binaan ECP PPEI, agar bisa menembus pasar  global dan meningkatkan ekspornya,” pungkasnya. 

Berdasarkan data statistik perdagangan, pada 2021, nilai ekspor Indonesia ke Jerman untuk  produk briket sebesar USD.4.332. Berdasarkan data Trademap, Indonesia merupakan salah satu pemasok utama ke Jerman setelah Tiongkok. Sementara itu, total perdagangan Indonesia-Jerman  tahun 2021 sebesar USD.6 miliar atau meningkat 11,27 persen dibanding tahun 2020. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini