Jadi Rujukan, RSUD Pirngadi Siap Jemput dan Tangani Pasien Dalam Rentang Waktu 4,5 Jam Pertama Terserang Stroke

harian9 author photo

 

MEDAN| H9
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution, Pemko Medan berpacu meningkatkan pelayanan kesehatan. Teranyar, dalam waktu dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Pirngadi Medan menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan stroke. Tenaga medis, peralatan, ruang Stroke Center, bahkan ambulans penjemputan  pasien pun disiapkan. Tujuannya agar dalam rentang waktu 4,5 jam pertama terserang stroke, pasien sudah ditangani di rumah sakit.  

"RSUD Dr. Pirngadi Medan siap menjadi rumah sakit rujukan penanganan
stroke, baik dari sisi tenaga medis maupun peralatan," ujar Dirut RSUD Dr. Pirngadi Medan, Syamsul Arifin Nasution, Jumat (11/3) di ruang kerjanya.  

Syamsul menerangkan, rumah sakit rujukan stroke ini dibutuhkan untuk memberikan penanganan cepat kepada warga yang terserang stroke.

"Orang terserang stroke dalam waktu di bawah 4,5 jam harus dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Keterlambatan dalam penangananan akan berisiko pada kecacatan, bahkan kematian," ucapnya.

Syamsul mengatakan, Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Medan mempunyai pandangan yang sama dan juga telah meminta kepada Pemko Medan agar RSUD Dr Pirngadi bisa menjadi rujukan.

"Tentunya kita siap menjadi salah satu rumah sakit rujukan bersama tiga rumah sakit lainnya yakni, Rumah Sakit  H. Adam Malik, Rumah Sakit Haji Medan, dan Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan," sebut Syamsul.

Syamsul memaparkan, pihaknya telah mempersiapkan ambulans penjemputan pasien agar bisa cepat ditangani. Jika ada anggota keluarga terserang stroke, warga dapat segera menghubungi Call Center 112 atau nomor telepon 061-
4158701, 0811 6140 207, dan 0822 8877 0683.

"Kita juga sudah menyiapkan ruang IGD dan Stroke Center untuk perawatan. Yang penting adalah dalam 4,5 jam pertama itu pasien langsung ditangani," ujar Syamsul.

Dalam penanganan 4,5 jam pertama ini, lanjut Syamsul, dilakukan berbagai pemeriksaan, termasuk CT Scan, untuk mengetahui ada atau tidak pembuluh darah yang pecah.

"Kalau ada pembuluh darah yang pecah segera dirujuk ke RS H. Adam Malik agar bisa langsung operasi. Kalau tidak ada, maka akan kita suntikkan obat khusus, lalu pasien kita bawa ke Ruang Stroke Center untuk observasi selama 24 jam. Kalau keadaan membaik dalam 24 jam, pasien baru kita kirim ke ruangan untuk perawatan biasa," ungkapnya.

Syamsul mengatakan, kesiapan RSUD Dr. Pirngadi Medan ini sebagai rujukan primary penanganan stroke ini akan ditandai dengan Pencanangan "Gerakan Percepatan Penanganan Stroke di Medan" oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

"Pencanangan ini dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret mendatang di RSUD Dr. Pirngadi," sebutnya.

Menurut Syamsul, gerakan percepatan penanganan stroke ini memiliki nilai penting. Penyakit stroke, sebutnya, menjadi salah satu penyebab utama kematian di hampir semua rumah di Indonesia.

"Selain itu stroke juga berisiko menyisakan kecacatan yang menurunkan produktivitas juga membutuhkan biaya pengobatan yang besar," tutupnya. (PR-01)

Komentar Anda

Berita Terkini