Kemendag Musnahkan Barang Senilai Lebih Dari Rp.460 Juta

harian9 author photo


MAKASSAR| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar pemusnahan barang yang tidak sesuai ketentuan senilai Rp.460.096.800 di Kantor Balai Pengawasan Tertib Niaga (BPTN) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (30/3). Kemendag konsisten menertibkan kegiatan  perdagangan dan melindungi konsumen dari sisi keamanan, kesehatan, keselamatan, lingkungan  (K3L), serta melindungi produk dan industri dalam negeri.  

Barang yang dimusnahkan meliputi 3.303 botol minuman beralkohol (minol) berbagai merek, 150  pasang sepatu pengaman (safety shoes), serta ratusan alat pertanian (hand sprayer) dan pemanas  air listrik (electric kettle). Seluruhnya merupakan produk impor yang tidak sesuai ketentuan dan  peraturan yang berlaku. 

“Temuan tersebut kami tindak-lanjuti dengan memberikan sanksi berupa penarikan barang sesuai  Permendag Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pengawasan Kegiatan Perdagangan dari  peredaran diikuti dengan pemusnahan barang dan juga untuk melindungi produk dalam negeri,” tegas Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono.  

Pemusnahan ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang tidak mentaati  ketentuan serta memberikan contoh kepada pelaku usaha lainnya agar menjalankan kegiatan  usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Ia menambahkan, Kemendag sesuai kewenangannya memiliki tugas pokok dan  fungsi mengawal Undang-Undang (UU) Metrologi Legal, UU Perlindungan Konsumen,  UU Perdagangan Berjangka Komoditi, UU Sistem Resi Gudang, dan UU Perdagangan. Secara  berkala dan khusus, Kementerian Perdagangan memiliki kewajiban melakukan pengawasan  perdagangan, termasuk distribusi minuman beralkohol (minol) dan kegiatan memasukkan barang  dari luar negeri (importasi). 

Direktur Tertib Niaga Sihard Hadjopan Pohan menjelaskan, Kemendag menemukan  pendistribusian minol tidak memiliki surat penunjukan dari pemasok dan dijual langsung ke  konsumen tanpa memiliki izin selaku pengecer. Pemilik sepatu pengaman impor mencantumkan  kode HS yang tidak sesuai pada dokumen PIB. Sementara itu, pemanas air listrik impor tidak  dilengkapi dengan dokumen Laporan Surveyor (LS) dan alat pertanian asal impor tidak memiliki  dokumen yang menjelaskan bahwa barang telah memenuhi SNI ataupun persyaratan teknis yang  telah diberlakukan secara wajib. 

Kegiatan pemusnahan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda)  Sulsel Brigjen TNI Dwi Surjadmodjo, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlin Ariesta, serta  perwakilan Kepala Kejaksaaan Tinggi, Kepala Kanwil Bea Cukai Sulsel, Kapolda Sulsel,  Kapolrestabes Makassar. Turut hadir Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag  Khakim Kudiarto.  

Seperti diketahui, tugas pokok dan fungsi pengawalan pelaksanaan pengawasan barang impor di  luar kawasan pabean (post-border) dilaksanakan Kementerian Keuangan Ditjen Bea dan Cukai.  Namun sejak 1 Februari 2018 silam, tugas pokok dan fungsi tersebut beralih ke Kementerian  Perdagangan melaui Ditjen PKTN melalui Balai Pengawasan Tertib Niaga (BPTN).  

BPTN tersebar di empat titik di Indonesia. Pertama, berada di Kota Medan yang meliputi  Sumatera. Kedua, berada di Kota Bekasi yang meliputi Jawa Barat dan Banten. Ketiga, Kota  Surabaya yang meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara. Keempat,  berada di Kota Makassar yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini