Mendag: RI Komitmen Tingkatkan Nilai Tambah Sektor Pertambangan

harian9 author photo

JAKARTA| H9

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan komitmen Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan. Komitmen itu disampaikan saat bertemu dengan anggota United States-Asia Pacific Economic Cooperation (US-APEC) Business Coalition secara virtual, Kamis (17/03).

Pertemuan tersebut dibuka oleh Ketua, sekaligus Presiden dan CEO US-APEC Business Coalition Alexander Feldman, serta dihadiri 33 anggota US-APEC Business Coalition.

Sementara itu, Mendag didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono, Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Farid Amir, dan Atase Perdagangan Washington Wijayanto. 

"Sejumlah isu strategis untuk meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satunya, komitmen Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor di sektor pertambangan, seperti produk baterai untuk kendaraan elektrik," ujar Mendag. 

Hal lain yang dibahas pada pertemuan tersebut, yaitu berbagai isu prioritas dalam agenda Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) ke-18 yang rencananya berlangsung pada Agustus 2021. Mendag dan US APEC Business Coalition juga membahas pendistribusian vaksin dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Kami memandang penting kerja sama dalam pendistribusian vaksin karena dapat mempercepat pertumbuhan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19," imbuhnya. 

Menurutnya, AS merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia, begitu pula Indonesia bagi AS. Nilai perdagangan Indonesia-AS pada periode Januari-April 2021 tercatat sebesar US$.10,87 miliar.

Ekspor Indonesia ke AS tercatat sebesar US$7,63 miliar. Impor Indonesia dari AS tercatat sebesar US$.3,23 miliar. Sementara pada 2020, nilai total perdagangan Indonesia-AS tercatat sebesar US$.8,98 miliar. 

Ekspor Indonesia ke AS pada periode yang sama tercatat sebesar US$.6,12 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari AS sebesar US$.2,85 miliar. Selain itu, AS merupakan 10 besar investor Indonesia. Nilai investasi AS ke Indonesia pada 2020 tercatat sebesar US$.480,1 juta. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini