Migor Mulai Sulit Didapat, Tim Gabungan Polres dan Pemko Padangsidimpuan, Sidak Gudang Distributor

harian9 author photo

 

PADANGSDIMPUAN|H9
Tim gabungan dari Polres dan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang distributor minyak goreng (migor) di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan, Selasa (15/3/2022).

Kegiatan sidak tersebut dipimpin Kanit IV Tipiter Polres Padangsidimpuan Ipda. Andika Sembiring SH, didampingi Kanit I Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan Bripka Ansor Harahap, Kabid Perdagangan Pemko Padangsidimpuan Ahmat Sayful dan personil Polres Padangsidimpuan.

Dalam kegiatan itu juga ada 8 gudang distributor yang di sidak di wilayah  hukum Polres Padangsidimpuan, yakni,  
PT. Sumber Rejeki Bersama (SRB), PT. Omco Jaya, PT. Wahana Tirtasari, PT. Alam Jaya, UD. AA, PT. Wahana Tirtasari, PT. Everbright (ABC) dan UD. Subur Baru.

Di PT. STB, tim gabungan didampingi Kepala Supervisor PT. SRB Husni Rambe, melakukan pengecekan terhadap gudang mikik perusahaan yang mendistribusikan produk migor merk Sania, Fortune dan Sovia yang di salurkan ke tingkat pengecer di beberapa Kabupaten/Kota wilayah kerja dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.14 ribu / Kg.

" Saat ini stock digudang masih kosong, menunggu pasokan dari perusahaan induk PT. Wilmar yang di rencanakan tiba pada akhir minggu, sebanyak 20 ton, " ujar Husni.

Sementara Manager PT. Omco Jaya Saguli Gultom yang mendistribusikan produk migor merk Palmata dan Permata juga menjelaskan bahwa stock migor digudang meteka saat ini masih kosong untuk disalurkan ke grosir, swalayan dan toko-toko sembako di beberapa wilayah Kabupaten/Kota wilayah kerja dengan harga HET Rp.14 ribu / Kg.

" Untuk kebutihan stock migor per bulan untuk sebayak 228 ton dan pihaknya berkerja sama dengan PT. Permata Hijau Sawit (PHS) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta, " terang Saguli Gultom.

Sedangkan PT. Wahana Tirtasari yang mendistribusikan migor merk Sanco tim gabungan menemukan stock migor sebanyak 52 ton, yang akan di salurkan ke grosir, swalayan dan toko-toko di beberapa Kabupaten/Kota wilayah kerja dengan harga HET Rp.14 ribu, dengan pembagian merata.

" Melihat dari kebutuhan masyarakat akan migor, stock kami masih kekurangan dan kami masih melakukan order ke pabrik, " ucap Manager PT. Wahana Tirtasari Daswon Saragih.

Sedangkan Kepala Gudang PT. Everyright /ABC Soni Harahap menyampaikan, perusahaannya mendistribusikan migor merek M&M (Mussimus), yang mana saat ini stock di gudang masih kosong.

" Migor yang kami distribusikan khusus ke grosir, swalayan dan toko-toko di wilayah Kota Padangsidimpuan dan saat ini masih di order ke pabrik, " tuturnya.

Msnager PT. Kota Mas Permai Luiyatni juga mengungkapkan, pihaknya mendistribusikan migor merek Family, yang saat ini stock di gudang sebanyak 26.400 ton.

" Migor akan di salurkan langsung ke masyarakat di wilayah Kota Padangsidimpuan, tinggal menunggu koordinasi dengan pihak Pemko Padangsidimpuan, " ucapnya.

Sementara pemilik UD. Subur Baru Donatus Parlindungan mengatakan, pihaknya memproduksi migor curah, saat ini memiliki stock di gudang srbanyak 10 ton.

" Migor kami rencananya akan di salurkan langsung ke masyarakat di wilayah Kota Padangsidimpuan menunggu permintaan konsumen, " terang Donatus.

Pengusaha UD. AA, Hedi Pulungan yang gudangnya khusus stock migor curah, juga mengaku masih miliki stock 4 ton untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Kota Padangsidimpuan.

Supervisor PT. Alam Jaya Feri Irawan Nasution yang gudangnya mendistribusikan migor merek Bimoli dan Delima mengaku stock migor di gudangnya saat ini dalam kosong.

" Sudah 2 bulan tidak ada pasokan migor ke gudang di karenakan harga kelapa sawit melambung tinggi, sehingga produksi pabrik menurun, " ungkapnya.

Usai sidak  Kapolres Padangsidimpuan melalui Kasi Humas AKP. Maria Marpaung menyampaikan, sidak dan monitoring distribusi gudang migor baik bentuk kemasan maupun curah di wilayah hukumnya guna mengatasi ketersediaan migor yang saat ini mulai langka dan harga tinggi.

" Diharapkan dengan monitorong yang kita lakukan ada solusi untuk mengatasi kelangkaan migor dan penyesuaian harga di pasaran, " terang Kasi Humas. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini