Mulai 1 April 2022, Beli Ikan dan Daging Bisa di Pasar Induk Lau Cih Secara Online

harian9 author photo

 

MEDAN| H9
Mulai 1 April 2022, Beli Ikan dan Daging bisa di Pasar Induk Lau Cih Secara Online yakni "Erbinaga Official" Pasar Induk Lau Cih Medan, buka dari Grab Marchant.

Selama dua tahun terakhir penjualan ikan dan daging/sembako di Pasar Induk belum memiliki perkembangan signifikan, namun kami tetap bertahan dengan semangat juang yang tinggi, sebagai pejuang keluarga, kedepannya diharapkan penjualan ikan dan daging/sembako di Pasar Induk meningkat, Ujar Edi Sahputra selaku koordinator Lapangan. 

Lanjut Juita Sinuhaji yang merupaka bagian dari Tim Erbinaga Official, "Kami mencoba untuk menerapkan penjualan sistem online dengan sudah mejalin kerja sama dengan GRAB, bernama Grab Merchant, dengan nama Toko "Erbinaga Official Pasar Induk Medan", sebab dengan pandemi ini masyarakat pastinya terbatas untuk berbelanja langsung," katanya, Kamis (31/3/2022). 

Resmi kami luncurkan kerja sama dengan Grab Marchant tepat tanggal 1 April 2022. Kami harapkan dengan adanya hal baru tersebut, dapat menjadi peluang besar untuk pedagang ikan dan daging/ sembako maupun mempermudah masyarakat kota Medan untuk mengakses pasar secara langsung, kata Juwita yang juga masih berstatus mahasiswa di bidang Manajemen Pemasaran. 

Erbinaga Official ini kerjasama dengan grab dalam urusan pengantaran, sehingga nantinya melalui grab maka erbinaga dapat mengirimkan ikan dan daging segar ke masyarakat yang membeli, selanjutnya akan kami lengkapi dengan rempah-rempah dan sembako lainnya, juga menambahka sayur mayur dan buah-buahan sebagai pilihan menu, hal tersebut akan membatu penjualan seluruh pedagang di pasar Induk. 

Menurut pantauan awak media, Salah satu penjual ikan segar di Pasar Induk, Beru Sembiring mengatakan selama dua tahun Ia berjualan tidak ada perkembangan sehingga terkadang pesimis untuk berjualan di Pasar Induk. 

"Mau cemana mau berkembang jualan ikan disini, masyakarat malas ke dalam, sebab tak ada angkutan yang masuk ke Pasar Induk ini, kalo ada angkutan pasti rame,"ujarnya. 

Ani Haloho, penjualan ikan segar juga mengeluhkan hal yang sama. Seharusnya ada angkutan masuk ke dalam Pasar Induk ini, tembus ke perumnas Simalingkar, sehingga dapat meningkatkan penjualan kami, "Saya berharap pemerintah Kota Medan memberikan jalur angkutan ke dalam Pasar Induk ini agar penjualan kami laris," pungkasnya. 

Secara terpisah, kami menghubungi Benson Kaban yang sedang berada di Balikpapan di Kalimantan Timur, meminta tanggapan terhadap situasi lapangan terkait peluncuran Kerja sama Erbinga Official dan Grab Marchan.

"Sudah waktunya, pedagang juga sudah sampai dititik puncak kejenuhan, perkembangan IT  juga semakin baik, Pandemik yang belum reda ditahun ketiga, juga memasuki Bulan Puasa, Men Power juga sudah semakin berpengalaman, saya buka dulu pajak ini, 6 bulan saya berjualan langsung, dan saya tinggal dengan satu gagasan "Kita harus berjualan Online", Pedagang Ikan dan daging di Pasar Induk Medan,  ada di chanel Youtube secara khusus saya buat Kontennya, tahun 2020," katanya yang juga berprofesi sebagai Sociopreneur.

Tiga orang tim saya dilapangan saat ini cukup mumpuni dengan latar belakang dan keahlian yang berbera, Edi Sahputra yang dari Mandor Terminal, jadi pedagang ikan hingga jadi koordnator dilapangan sudah jalan 3 Tahun, satu Tim dengan Ceperianus Gea yang berlatar belakang aktivis mahasiswa, cakap dalam mengorganisir dan punya relasi bagus, berpadu dengan Juwita Sinuhaji yang berlatar belakang mahasiwa Jurusan Manajemen Pemasaran, yang meguasai IT. 

Ketiganya ini bisa saya koordinir dengan sangat baik, Niscaya Pasar Ikan, daging, sembako dan rempah-rempah akan maju dan jaya, seiring ikut adaptasi dengan perkembangan IT, juga didukung penuh oleh pengelola Utama Pasar Induk, Ketua Rajendra Sitepu dan PD Pasar Kota Medan serta Pemko Medan dengan Takeline nya ; Medan Berkah, Medan Berkolaborasi serta Medan City Of The Treder.(PR-01)

Komentar Anda

Berita Terkini