Paviliun Indonesia Tarik Dua Juta Pengunjung Jelang Akhir Expo 2020 Dubai

harian9 author photo


DUBAI| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kamis (24/03) merilis, Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) telah  menarik hingga dua juta pengunjung dari seluruh dunia jelang Expo 2020 Dubai berakhir. Jumlah  tersebut tercatat per hari Senin lalu (21/3). Paviliun Indonesia terus berupaya mencapai target  sebanyak 2,5 juta pengunjung pameran di akhir Expo 2020 Dubai. 

“Kami sangat berbahagia karena selama kurang dari dua minggu berakhirnya gelaran Expo 2020  Dubai, Paviliun Indonesia telah berhasil menarik dua juta pengunjung. Kami optimis, angkanya  akan terus bertambah hingga gelaran ini berakhir,” tutur Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor  Nasional Kementerian Perdagangan sekaligus Komisioner Jenderal Paviliun Indonesia Didi Sumedi. 

Ia menyampaikan, keberhasilan menggaet dua juta pengunjung tidak lepas dari upaya Indonesia  memberikan suguhan yang meriah, mulai dari pertunjukkan budaya, pameran produk lokal, hingga  lokakarya yang sukses menarik hati para pengunjung Expo 2020 Dubai. Agenda-agenda forum  bisnis yang digelar Paviliun Indonesia pun turut berperan menunjukkan daya tarik sekaligus  membuka peluang investasi dan perdagangan di Indonesia. 

Didi mengatakan, seperti halnya pada minggu lalu (13/3), Paviliun Indonesia diramaikan oleh  Modest Fashion Day yang memamerkan 20 karya desainer Indonesia dan mendatangkan banyak  pelaku fesyen dari Timur Tengah. 

Coffee Cupping Paviliun Indonesia Suguhkan Kopi Petani Lokal 

Didi juga mengatakan, sebagai penghasil kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia terus  berupaya untuk memamerkan kopi petani lokal di gelaran Expo 2020 Dubai. Oleh karena itu, di  pekan partisipasi Bank Indonesia dalam Expo 2020 Dubai, Paviliun Indonesia menggelar acara  coffee cupping pada Kamis (17/3). Acara tersebut diselenggarakan sebagai upaya memperluas  akses pasar kopi Indonesia hingga ke Timur Tengah. 

“Di Gelaran Expo 2020 Dubai, Indonesia terus memperkenalkan kopi lokal Indonesia, mulai dari  pameran hingga demo menyeduh kopi (coffee brewing) yang dapat ditemukan di area Pasar  Malam Paviliun Indonesia. Kini, sebagai upaya untuk semakin menggencarkan promosi kopi lokal,  Indonesia mengadakan coffee cupping yang dihadiri barista profesional asal Indonesia,” ujarnya.

Melalui acara coffee cupping tersebut, pengunjung diajak untuk mencicipi tujuh sampel kopi yang  ditanam dengan metode yang berkelanjutan sesuai dengan konsep ekonomi hijau dari Aceh,  Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.  Acara tersebut juga bertujuan untuk membangun kerja sama antarpetani lokal, pebisnis kopi, dan  pedagang kopi dari UEA. 

Coffee cupping merupakan aktivitas untuk mengobservasi rasa dan aroma pada kopi. Prosesinya  pun harus mengikuti standar protokol dari Specialty Coffee Association (SCA). Sampel yang  disiapkan harus dengan cara yang sama sehingga dapat melakukan evaluasi dengan baik. 

Sebagainegara produsen kopi terbaik keempat dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia; data  Kemendag mencatat, ekspor kopiIndonesia secarakeseluruhan pada 2021 adalah sebesar USD.851,72 juta.  

Pembekalan Pekerja Migran 

Selain memamerkan produk lokal, Paviliun Indonesia juga menggelar kegiatan untuk  meningkatkan potensi kewirausahaan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tinggal di UEA  pada pekan partisipasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Expo 2020 Dubai. 

Acara yang difasilitasi Bank Mandiri melalui program “Mandiri Sahabatku” bertujuan untuk  mengajak para PMI di Timur Tengah, khususnya di Dubai agar memiliki pola pikir untuk menjadi  pengusaha di negeri sendiri. 

Pembekalan kewirausahaan tersebut juga melahirkan penandatanganan Nota Kesepakatan  tentang Pemberdayaan dan Pengembangan Pekerja Migran Indonesia di UEA yang merupakan  kerja sama antara PT. Bank Mandiri dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai. 

“MoU ini adalah amanah untuk memperkuat kemampuan para Pekerja Migran Indonesia. Saya  percaya melalui program ini, para pekerja kita di luar negeri, khususnya di Dubai, dapat  menanamkan perencanaan finansial dan ketika pulang ke Indonesia dapat membuka lapangan  pekerjaan atau menjadi wirausahawan,” tutur Konsul Jenderal Republik Indonesia di Dubai K.  Candra Negara ketika membuka acara tersebut. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini