Pengurus HIMPERA Kecewa, Ketua DPRD Sergai Ingkar Janji

HARIAN9 author photo

 


SERDANG BEDAGAI | H9

Pengurus Himpunan Pedagang Rampah (HIMPERA) saat ini mengaku merasa kecewa dengan kebijakan Ketua DPRD Serdang Bedagai (Sergai) dr Rizky Ramadhan yang telah mendukung Pekan Lelo di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah tetap beroperasi. 

Ungkapan itu disampaikan Ketua HIMPERA Khairil Anwar Daulay didampingi Sekretaris Dian Lesmana kepada wartawan di Sei Rampah, senin (14/3/2020) kemarin. 

"Selaku pengurus, kami sangat kecewa dengan kebijakan ketua DPRD. Dukungan Ketua DPRD ke pedagang pasar Lelo dinilai menciderai hati dan perasaan pengurus HIMPERA," ungkap Khairil. 

Khairil mengatakan, bahwa jauh hari sebelumnya, pada tanggal 5 Agustus 2020 lalu, Ketua DPRD Sergai dr Riski Ramadhan Hasibuan menerima audensi Pengurus HIMPERA sebanyak 5 orang dalam rangka mendengarkan aspirasi pedagang.

Dalam pertemuan tersebut kata Khairil, perwakilan pedagang meminta dukungan DPRD Sergai yang saat itu langsung diterima Ketua DPRD Sergai dr.Riski dari Partai Gerindra, terkait penertiban pasar-pasar liar atau pekan yang tidak mematuhi aturan dan tidak memiliki izin, termasuk pekan Lelo dan  pedagang pasar kaki lima (PKL) yang berada dibahu jalan yang dan lokasi lainnya yang dapat menggangu kepentingan umum. 

Menurut Ketua Himppera, kehadiran para pedagang-pedagang tersebut diatas, dampaknya cukup dirasakan oleh pedagang di Pasar Rakyat Sei Rampah. 

"Dalam pertemuan itu, dr.Riski menyambut baik dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi HIMPERA dalam upaya mendongkrak peningkatan daya jual dan daya beli di Pasar Rakyat Sei Rampah", bilang Khairil.

Bak gayung bersambut imbuh Ketua HIMPERA, seiring waktu Ketua Partai Gerindra Sergai Budi SE pun aktif menjalin komunikasi dengan pengurus HIMPERA Sergai terkait peningkatan nasib UMKM di Sergai, khususnya di Pasar Rakyat Sei Rampah, terlebih peningkatan daya jual dan daya beli di pasar Sei Rampah yang imbasnya peningkatan perekonomian para pedagang.

"Setelah itu muncul informasi relokasi pasar Lelo ke pasar Sei Rampah oleh Pemkab Sergai dalam upaya penertiban pasar dan penataan ibukota Kabupaten sesuai Perda nomor 7 tahun 2018 dan tentunya kami sambut gembira, awalnya kami cukup respek dengan Ketua DPRD Sergai dr.Riski yang telah memperjuangkan aspirasi kami saat audensi 5 Agustus  2020 lalu", sebut Khairil.

Namun lanjutnya lagi, saat ini, pada pedagang yang tergabung di HIMPERA mengaku sangat kecewa terhadap Ketua DPRD. Sebab, saat proses relokasi Ketua DPRD Sergai dr.Riski malah terkesan mendukung keberadaan pasar Lelo yang jelas-jelas tidak berizin dan tidak taat aturan. 

Bahkan dukungan tersebut semakin jelas dengan kehadiran  beliau bersama sejumlah anggota DPRD Sergai dan Anggota DPR RI Romo dari partai Gerindra.

"Kami menilai pernyataan Ketua DPRD Sergai dr.Riski saat menerima audensi pengurus Himppera 5 Oktober 2020 kontradiktif karena beliau (Ketua DPRD) mendukung keberadaan pasar Lelo", keluh Khairil Anwar Daulay. 

Diakui Ketua HIMPERA, saat ini kepengurusan HIMPERA beranggotakan sekitar 180 pedagang yang taat aturan dengan membayar retribusi. 

"Saat ini masih tersedia lapak jualan di pasar Rakyat Sei Rampah yang kosong, jadi kami berharap Legislatif bekerja sama dengan Eksekutif untuk memajukan perekonomian pasar-pasar yang telah disediakan Pemerintah, bukan malah sebaliknya (tak sejalan) membuat kami para pedagang bingung,"pungkas Khairil. 

Terpisah, sementara itu Ketua DPRD Sergai dr. Risky Ramadhan di konfirmasi wartawan rabu (16/3/2022) melalui selulernya tidak berhasil begitu juga pesan WhatsApp tidak di balas.(WPU06)

Komentar Anda

Berita Terkini