Sosialisasi Good Design Indonesia di Yogyakarta, Kemendag: Jaga Momentum Peningkatan Ekspor

harian9 author photo

 


JAKARTA| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong tumbuhnya perekonomian nasional. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekspor yang meningkat  sangat signifikan. Program Good Design Indonesia (GDI) diharap dapat menjadi salah satu upaya  menjaga momentum peningkatan ekspor dan mampu mentransformasi produk ekspor Indonesia. 

Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi dalam  sosialisasi Program Good Design Indonesia (GDI) ke-6 dengan tema “Gateway towards Global  Markets”, secara hibrida, Selasa (1/3) di Yogyakarta. 

“Perhelatan GDI tahun 2022 digelar untuk menjaga momentum peningkatan ekspor Indonesia yang  telah berkinerja memuaskan pada 2021 lalu. GDI juga menjadi upaya Kemendag untuk  menggerakkan sektor ekonomi dan perdagangan di masa pandemi Covid-19,” tegasnya.

Pada pembukaan acara sosialisasi GDI di Yogyakarta, Didi menyampaikan banyak tantangan dihadapi  agar sektor ekonomi dan perdagangan terus tumbuh. 

“GDI menjadi bentuk apresiasi kepada desainer  dan pelaku usaha berpotensi ekspor, sekaligus inisiatif mengkurasi barang dan jasa bernilai tambah  yang kami yakin memiliki nilai komersial di pasar lokal maupun global,” ungkapnya.

Sebagai upaya membuka peluang pasar global yang semakin besar bagi pelaku industri manufaktur  bernilai tambah, ajang GDI 2022 membuka pendaftaran bagi 17 kategori produk dan jasa yang  memiliki nilai komersial tinggi di pasar domestik dan internasional. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan desain kreatif dan inovatif, serta berdampak positif terhadap lingkungan dan  pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Di antara kategori tersebut adalah produk elektronik, perlengkapan rumah tangga, serta peralatan  berkebun dan kendaraan (mobility), baik kendaraan berpenumpang atau pun kendaraan yang  berfungsi sebagai alat kerja. Hal ini sejalan dengan permintaan pasar dunia yang mayoritas berupa  produk-produk manufaktur berteknologi tinggi termasuk produk elektronik (HS 85) dengan pangsa  pasar sebesar 16,7 persen. Sementara itu, produk mesin/peralatan (HS 84) dan otomotif (HS 87)  masing-masing memperoleh pangsa 12,2 dan 7,3 persen. 

GDI diselenggarakan pertama kali pada 2017 dan menjadi salah satu program kerja prioritas  Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag dalam mendukung upaya peningkatan  ekspor nonmigas nasional berbasis desain dan teknologi canggih. 

“Ajang GDI diharapkan memotivasi  desainer dan pelaku usaha untuk terus berinovasi menciptakan produk dan jasa kreatif dan solutif,  khususnya bagi masyarakat urban,” katanya.

Diungkapkannya, bahwa struktur pasar ekspor Indonesia yang selama ini didominasi komoditas  primer berupa barang mentah dan setengah jadi kini telah bertransformasi. Hal tersebut ditandai oleh  meningkatnya pangsa pasar produk manufaktur bernilai tambah sebesar USD.110,74 miliar.

Pada 2021, menurutnya, Indonesia tidak hanya berhasil meraup nilai transaksi ekspor tertinggi sepanjang  sejarah ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar USD.231,54 miliar. Struktur pasar ekspor yang semula didominasi komoditas primer juga bertransformasi dengan bertambahnya pangsa bagi  produk-produk olahan bernilai tambah hingga 47,83 persen dari total ekspor. 

“Dengan transformasi struktur pasar ekspor yang lebih seimbang antara produk komoditas dan  produk manufaktur, Indonesia akan mendapatkan manfaat dari ekspor barang bernilai tambah serta  tidak lagi sebatas mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi. Transformasi tersebut  tecermin dari produk ekspor utama Indonesia tahun 2021 seperti besi dan baja, mesin dan produk  elektronik dan elektronika, serta kendaraan bermotor dan suku cadangnya,” jelasnya.

Secara komprehensif, Kemendag berupaya mempertahankan momentum peningkatan ekspor tahun  2021. Sejumlah langkah strategis pun ditempuh, seperti memfokuskan kembali ekspor dari produk  primer ke produk industri atau olahan bernilai tambah, mendiversifikasi produk ekspor, dan menjalin  perjanjian perdagangan dengan negara mitra dagang baru. 

Sosialisasi GDI di Yogyakarta digelar secara hibrida dengan protokol kesehatan ketat. Sosialisasi diikuti  kalangan akademisi serta para pelaku usaha dari daerah Yogyakarta dan kota sekitar. Sebelumnya,  sosialisasi GDI 2022 juga telah diadakan di Surabaya, Jawa Timur pada 22 Februari 2022 dan Bandung,  Jawa Barat pada 17 Februari 2022. 

Pendaftaran Masih Dibuka 

Pendaftaran GDI masih dibuka secara daring hingga akhir bulan Maret 2022 melalui tautan  iddc.kemendag.go.id/gdi. Pendaftaran dapat dilakukan baik sebagai individu, tim desainer, maupun  mengatasnamakan perusahaan. Dalam hal ini, pendaftar wajib berstatus WNI. Pada formulir  pendaftaran daring, pendaftar diminta mengunggah tiga buah foto produk dari tiga sudut yang  berbeda. 

Selain itu, pendaftar wajib melampirkan NIB atau NPWP, serta data produk dan perusahaan. Formulir  pendaftaran ini masih bisa diakses dan diedit oleh pemilik akun hingga akhir penutupan pendaftaran.  Jika ada data atau dokumen yang belum dilengkapi saat pertama kali mengisi formulir, pendaftar  dimungkinkan untuk memperbarui data sampai pendaftaran ditutup. Jika terdapat pertanyaan terkait  proses pendaftaran, dapat disampaikan kepada panitia di Direktorat Pengembangan Produk Ekspor  Kemendag melalui surat elektronik ke direktoratp2e@kemendag.go.id. 

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Miftah Farid mengatakan, Kemendag membuka  kesempatan seluas-luasnya bagi pegiat dan profesional di sektor desain untuk bergabung di ajang GDI  keenam di tahun 2022 ini. 

“Jadilah pemenang GDI sekaligus mitra Kemendag dalam memajukan  sektor desain industri nasional dan meningkatkan kinerja ekspor nonmigas demi kemajuan ekonomi  Indonesia,” ujarnya. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini