SUMUT Deflasi, Polemik Minyak Goreng Masih Berlanjut

harian9 author photo


MEDAN| H9
Minyak goreng pada akhirnya di bulan februari 2022 mendorong terjadinya deflasi. Meskipun penurunan harga minyak goreng sendiri masih kalah besar dibandingkan dengan sejumlah kebutuhan pangan lainnya seperti daging ayam dan telur ayam. Dan jika harga minyak goreng bertahan dikisaran saat ini, bulan  maret ini minyak goreng tetap akan menyumbang deflasi.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan harga minyak goreng dari pantauan di sejumlah pasar tradisional di kota medan. Pada hari ini masih bertengger dikisaran 14 ribu hingga 16 ribu per Kg untuk minyak goreng curah. Sementara untuk yang kemasan berkisar 17 hingga 18 ribu per liternya. Mengacu kepada data PIHPS pada hari ini. Tetapi saya yakin minyak goreng curah ini akan menuju angka 14 irbu per liter dan merata nantinya.

 Jadi pada dasarnya harga minyak goreng masih belum sepenuhnya sesuai dengan HET dari pemerintah. Polemik masih berlanjut, meskipun progress dari perubahan harga minyak goreng itu tengah menuju ke harga yang diatur pemerintah. Terlebih untuk minyak goreng curah yang memiliki basis konsumen masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UMKM.

 Hanya saja keluhan konsumen masih muncul. Minyak goreng di sejumlah ritel modern terkadang sulit ditemukan. Biasanya memang yang dijual oleh ritel modern adalah minyak kemasan. Sementara minyak goreng curah banyak bereda di pasar tradisional. Saat ini minyak goreng curah harganya lebih murah dibandingkan dengan harga minyak goreng kemasan.

 Saya tidak bisa menduga-duga apa yang membuat minyak goreng kemasan di pasar modern masih dijumpai kelangkaan. Tetapi kalau ada altenatif minyak goreng lainnya saya pikir masalah tersebut tidak akan membuat masyarakat panik. Yang penting bagi masyarakat, minyak goreng alternative yang lebih murah bisa tersedia cukup di pasar tradisional.

 Namun bukan berarti temuan tersebut diabaikan. Arahan pemerintah sebelumnya sudah jelas kalau peritel modern ikut andil untuk menjual minyak goreng. Dan kita berharap agar pemerintah trerus merealisasikan harga minyak goreng sesuai dengan HET yang terbaru. Karena tantangan untuk merealisaiskan minyak goreng sesuai HET itu kian rumit.

 Pada saat ini harga CPO itu meroket, saat ini saja dikisaran 6.585 ringgit per ton. Kalau pengusaha di “tekan” untuk menyediakan minyak goreng murah. Tentunya akan muncul perlawanan disitu, karena memang ada potensi kerugian atau potential loss. Karena setelah pemerintah mensubsidi minyak goreng, harga CPO justru semakin melambung.

 Nah, terkait dengan realisasi deflasi, saya pikir memang wajar terjadi deflasi saat ini. Dan deflasi ini murni bukan karena penurunan daya beli dalam sebulan terkahir. Karena memang ada penurunan harga. Tetapi ingat tugas masih berat, harga kebutuhan pangan berpelkuang bertahan tinggi di tahun ini.(PP-04)


Komentar Anda

Berita Terkini