Upaya Mengurangi AKI Dan AKB, Dinkes Pakpak Bharat Laksanakan Pelatihan Untuk Dokter

harian9 author photo

 

PAKPAK BHARAT|H9
Dalam rangka upaya  untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dimana saat ini di Indonesia belum mencapai target Sustainable Development Goals (SGD’s)  Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas kesehatan (Dinkes) menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para dokter yang bertugas  di Puskesmas. 

Pelatihan yang dilaksanakan dimana  bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dokter dalam melakukan pelayanan asuhan antenatal,persalinan dan nifas sesuai dengan kompetensi dalam Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia (SNPPDI) 2019.  


Dalam kesempatan ini Berbagai strategi penurunan AKI dan AKB terus  dilakukan, antar lain akses pelayanan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan pemberdayaan masyarakat dan penguatan tata kelola,Dimana salah satu upaya terobosan  dengan penetapan kabupaten/kota fokus pada penurunan AKI dan AKB yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan dan dilaksanakan secara bertahap,Ungkap dr.Tomas, Kadis Kesehatan Pakpak Bharat Kamis,(24/03).

Dia mengatakan seiring dengan penetapan 120 Kabupaten/Kota lokus tersebut, diperlukan suatu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dokter dalam melakukan pelayanan asuhan antenatal,persalinan dan nifas sesuai dengan kompetensi dalam Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia (SNPPDI) 2019.

Pelatihan ini juga  merupakan salah satu upaya menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Dimana pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dokter dalam pelayanan antenatal, persalinan,dan pelayanan masa nifas bagi ibu. Selain itu pelatihan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dokter dalam mendeteksi penyulit medis obstetri dan penyulit medis non obstetri. 

Dalam kesempatan ini pelatihan  diikuti oleh 4 orang dokter, dr. Andi Haris Nasution dari Puskesmas Sibande, dr. Ribu Anna dari Puskesmas Sukaramai, dr. Randy Ginting dari Puskesmas Siempat Rube dan dr. Helmi Harianja dari Puskesmas Salak. para dokter yang ikut serta dalam pelatihan dibimbing langsung oleh fasilitator dari Kementrian Kesehatan, mentor dari RSUD Salak, yang terdiri dari dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam,dimana  juga diawasi oleh observer dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan dari IDI.

Harapan kita dengan adanya pelatihan ini kiranya kedepannya dapat membantu menurunkan AKI dan AKB nasional khusunya di Kabupaten Pakpak Bharat,tutup Tomas.(WD-045)
Komentar Anda

Berita Terkini