Warga Sesalkan Sikap Lurah di Kecamatan Sei Lepan, Ini Alasannya...

harian9 author photo

 

LANGKAT | H9 

Warga Alur Dua Baru Agus Samudera als Bower dan Akmal sesalkan sikap Kepala Pemerintahan Alur Dua Baru Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat karena di nilai arogan dan tidak mau menanda tangani atau menerbitkan Surat Keputusan Kelompok Tani Hutan( KTH) Mangrove Alur Dua Baru Bersatu.

Hal ini di sampaikan Bower di dampingi Akmal keduanya pengurus KTH Alur Dua Baru Bersatu kepada kru H9 Selasa,(1/3/22) sekira pukul 20.30.WIB.
Menurut Kedua warga tersebut Kepala Pemerintahan Alur Dua Baru Bayu tidak mau menanda tangani Surat Keputusan tersebut karena di dalam susunan pengurus ada nama Edo Manik sebagai pembina 

Lebih lanjut Bower memaparkan  Bayu sebagai Lurah juga mengatakan  "Kenapa meminta Surat Keputusan dengan saya " tapi coba minta bagaimana caranya saya bisa keluar sebagai Kepala Kelurahan Alur Dua Baru.

Bahkan dengan arogan Lurah Alur Dua Baru berkali kali mengatakan selagi masih ada  nama Edo di Pengurus KTH sampai kapanpun tidak akan mengeluarkan Surat Keputusan ( SK) kelompok Tani Hutan Alur Dua Baru Bersatu. Bayu menyatakan pada hari Selasa(1/3/22) di ruang Sekcam Kecamatan  Sei Lepan dan di saksikan Bayu Matondang Sekcam Sei Leoan ,Papar Agus Samudera ( Bower).

Dalam kesempatan konfirmasi Bendahara KTH Alur Dua Baru Bersatu Agus Samudera,( Bower,) Bayu sebagai kepala Kelurahan Alur Dua Baru Kecamatan Sei Lepan arogan karena tidak mendukung program Presiden RI untuk melaksanakan penghijauan di lahan terlantar dan tidak mendukung program Bupati Langkat tentang ekowisata Mangrove.

"Sangat arogan seakan menantang kami dengan menyatakan sampai kapanpun tidak akan aku keluarkan SK KTH  selagi aku lurah di sini tapi  coba kalian fikirkan bagaimana biar aku keluar dari Kelurahan Alur Dua Baru ini,"  pungkas Bower.

Kepala Pemerintahan Kelurahan Alur Dua Baru Bayu ketika di Konfirmasi Kru H9 lewat telpon selulernya Rabu(2/3/22) mengatakan Sebagai Lurah Alur Dua Baru " Saya menjaga agar di Kelurahan Alur Dua Baru tetap kondusif. Bayu  mengakui selagi ada nama Edo Saya tidak akan menanda tangani SK KTH Alur Dua Baru.

Bayu membeberkan alasannya tidak mau menanda tangani karena ketika bertugas menjadi Kasi Trantip Kecamatan Brandan Barat ada dua kelompok Tani Hutan Mangrove mendatanginya yakni dari Desa Lubuk Kertang dan Kelurahan Pangkalan Batu  ribut karena kasusnya sama ada nama Edo.

Maka berdasarkan hal tersebut saya tidak mau Kelurahan alur Dua tidak kondusif.

Bayu juga mengaku ada menyatakan nada Copot dari Kelurahan Alur Dua Baru karena kedua warga ( Agus Samudera dan Akmal)tersebut terus mendesaknya untuk menanda tangani SK.

"Akibatnya Saya katakan Copot saja Saya dari Kelurahan Alur Dua Baru dan apabila di SK KTH tidak ada nama Edo Saya siap untuk menanda tangani SK tersebut. jelas Bayu mengakhiri konfirmasi ( WD.042)



Komentar Anda

Berita Terkini