Fasiltas Minim, SMP Swasta Labuhan Rasoki Padang Sidempuan Terus Bertahan Ditengah Arus Globalisasi

harian9 author photo


 PADANG SIDEMPUAN|H9
Dunia pendidikan sangat penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) dan karakter generasi penerus bangsa yang diawali dari Tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), hingga ke tingkat perguruan tinggi.

 Tentunya untuk mencapai cita-cita tersebut haruslah di dukung dengan SDM pendidik (guru) dan juga kelengkapan berbagai fasilitas sarana dan prasarana lembaga pendidikan, baik itu kondisi sekolah, mobiler, laborlatorium, buku belajar dan kesejahteraan guru.

 Seperti hal nya SMP Swasta Labuhan Rasoki Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara Kota Padang Sidempuan, yang dengan fasilitas minim, tetap tegar menghadapi perkembangan zaman dengan menjalankan proses belajar mengajar guna melanjutkan cira-cita pendiri sekolah di bawah naungan Yayasan Drs. H.Suddin Batubara dalam tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

 SMP Swasta Yayasan Alm. Drs. H.Suddin Batubara yang didirikan oleh Alm. H.Suddin Batubara kini sudah memasuki usia yang ke 37 tahun dan didirikan tepatnya 20 Mei1985 kini terus  melakukan pembenahan di berbagai sektor baik sarana, prasarana dan SDM pendidik.

 Pendirian sekolah tersebut dilatarbelakangi akibat minimnya jumlah siswa/I tamatan SD yang akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMP, dikarenakan jauhnya jarak tempuh yang harus ditempuh para siswa/I, serta saat itu belum memadainya alat transportasi pada masa itu.

 Maka dengan latar belakang tersebut Alm.Bapak Drs.H. Suddin Batubara berinsiatif untuk mendirikan SMP di Desa Labuhan Rasoki dengan nama SMP Swasta Labuhan Rasoki, yang awal berdirinya SMP tersebut hanya memiliki jumlah siswa/I untuk satu ruang belajar, dengan memanfaatkan ruang belajar SD Negeri 200511 Desa Labuahan Rasoki yang mana pada saat itu proses kegiatan belajar mengajarnya dilaksanakan di siang hari.

 Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya jumlah siswa/I, setahun berdirinya SMP Swasta Labuhan Rasoki tersebut tepatnya pada tahun 1986, pihak pendiri sekolah berinsiatif dengan biaya sendiri, membeli sebidang tanah milik warga masyarakat dan mendirikan bangunan darurat dengan berdindingkan papan serta berlantaikan tanah terdiri dari tiga ruang kelas serta satu ruang Kepala Sekolah, Dewan Guru serta Tata Usaha.

 Dengan perjuangan 'terseok-seok', pada tahun 1987, SMP Swasta ini baru bisa memiliki bangunan permanen, yang dana pembangunannya sendiri bersumber dari swadaya orang tua siswa, dan donatur yang peduli terhadap pendidikan agar bagaimana generasi muda Desa dan sekitarnya bisa mengecap pendidikan.

 Dengan perkembangan zaman serta meningkatnya jumlah siswa/I lulusan Sekolah Dasar (SD) yang ada dari beberapa Desa sekitar, pada tahun 1994 Pendiri Yayasan kembali mengembangkan lembaga  pendidikannya dengan membeli sebidang tanah yang berbatasan dengan PTPN III Pulo Bauk seluas 750 Meter persegi (25 × 30 meter) dan mendirikan bangunan sekolah diatas lahan tersebut, terdiri dari ruang belajar, 1 ruang perpustakaan dan 1 ruang guru merangkap ruang Kepala Sekolah dan Tata Usaha.

 Untuk memudahkan akses, tepatnya pada Tahun Ajaran 1995-1996 SMP Swasta Labuhan Rasoki resmi dipindahkan dari lokasi lama ke lokasi bangunan baru dan kini SMP Swasta Labuhan Rasoki tersebut mulai berkembang sesuai harapan pendiri Yayasan.

 Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya siswa/I yang akan menimba ilmu di SMP Swasta Labuhan Rasoki ini, pada tahun 2015, pihak Yayasan sekolah mengganti waktu proses belajar mengajar dari yang semulanya dilaksanakan pada siang hari, menjadi pagi hari, guna engikuti standar dan mensejajarkan proses belajar mengajar dengan sekolah lainnya yang ada di Kota Padang Sidempuan.

 Pengurus Yayasan SMP Swasta Labuhan Rasoki Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara Kota Padang Sidempuan Yunaidi S.Batubara, S. Pd.I, saat ditemui, Rabu (20/4/2022) mengungkapkan, saat ini SMP Swasta Labuhan Rasoki telah memiliki jumlah siswa/I sebanyak 124 orang dan memiliki tingkatan kelas 1 hingga kelas 3.

 Para siswa/I sekolah dibawah binaannya tersebut berasal dari Desa Aek Gunung, Desa Aek Nauli, Desa Tatengger Kecamatan Angkola Muara Tais Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Desa Tarutung Baru, Desa Labuhan Rasoki, Desa Manunggang Jae, Desa Perkebunan Pijorkoling dan Desa Labuhan Labo Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara Kota Padang Sidempuan, serta memiliki 11 orang guru dari berbagai bidang study.

 Untuk biaya sekolah atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) siswa, pihak sekolah membebankan biaya Rp.25 ribu per siswa per bulan dan untuk anak yatim biaya pendidikan digratiskan, sedangkan yang sekolah dalam satu keluarga lebih dari satu orang, dibebankan biaya sebesar Rp.15 ribu per siswa per bulan.

 " Tentunya dengan biaya yang kira bebaskan kepada siswa belumlah memadai untuk membayar honor pengajar dan operasional sekolah, walau dibantu dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari Pemerintah Tapi kami termasuk para pendidik tetap semangat bagaimana agar anak-anak tidak putus sekolah, " ujar Yunaidi.

 Berbicara kondisi kondisi sekolah, ruang belajar siswa, ruang perpustakaan dan kondisi mobiler sekolah yang kondisinya cukup miris, bila dibanding sekolah lainnya di Kota Padang Sidempuan yang tidak sesuai dengan standar pendidikan, tentunya menjadi beban tersendiri bagi pihak yayasan.

 " Tapi kami masih bersyukur, anak-anak dari sejumlah Desa masih semangat untuk belajar dan sekolah di SMP Swasta Labuhan Rasoki ini dan memang anak-anak tidak pernah mengeluh dengan kondisi yang ada, " terangnya. 

Ia berharap adanya perhatian pemerintah dan stakeholder yang peduli terhadap pendidikan, agar bagaimana sekolah milik yayasannya tetap beraktivitas dan berjalan sesuai standar pendidikan yang diharapkan.

 " Kami tetap bertekad bagainana anak-anak untuk tetap sekolah dan mengenyam pendidikan seperti anak-anak lainnya yang ada di daerah lain. Kita tetap optimis cita-cita anak didik kami tercapai, " ucapnya. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini