Karantina Medan Fasilitasi Ekspor Komoditas Pertanian Senilai 138 Miliar ke 24 Negara

harian9 author photo

 

MEDAN| H9
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Medan melakukan fasilitasi ekspor komoditas pertanian asal Sumatera Utara (Sumut)  senilai 138 miliar ke 24 negara, Kamis (7/4/2022).

Komoditas pertanian tersebut berupa  hewan hidup, produk hewan seperti sarang burung walet, kultur jaringan, kecambah kelapa sawit dan produk tumbuhan.

Kepala Karantina Pertanian Medan Lenny Hartati Harahap mengatakan bahwa fasilitasi ekspor berupa jaminan keamanan dan kesehatan sesuai standar internasional dan ini merupakan persyaratan negara tujuan ekspor. 

“Untuk memastikan keamanan dan kesehatan komoditas pertanian,  sebelum diekspor dilakukan   berbagai tindakan karantina  sesuai permintaan negara tujuan,” ucap Lenny.

Lenny menambahkan, selain fasilitasi sertifikasi ekspor, pihaknya  juga memberikan pendampingan teknis  kepada petani serta percepatan layanan ekspor kepada eksportir dengan  memberikan kemudahan dalam perijinan. “tentu dengan tetap menjaga keamanan dan kualitas komoditas yang diekspor,” kata Lenny. 

Sebagai informasi, pada saat yang sama Presiden RI, Jokowi Widodo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jambi juga melepas ekspor komoditas pertanian berupa pinang biji.  Dengan total volume 126 ton senilai Rp 4,069 milliar.  Komoditas unggulan asal sub sektor perkebunan ini menunjukan tren peningkatan nilai yang cukup signifikan. 

Tercatat secara nasional ekspor komoditas pinang biji di tahun 2021 sebanyak  215.260 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 5,11 trilliun, meningkat hampir dua kali lipat dibanding capaian nilai tahun 2020 yang hanya  Rp. 2,85 triliun saja.

Selain memberikan sejumlah bantuan kepada para pekebun pinang dalam rangka mendorong terus berkembangnya komoditas unggulan ekspor ini, Presiden berpesan agar komoditas yang diekspor harus diolah terlebih dahulu. 

"Saya tugaskan Menteri Pertanian untuk menyiapkan varietas komoditas pertanian unggulan yang bagus dan baik agar menghasilkan komoditas yang unggul," ujar Presiden Jokowi.

“Fasilitasi ekspor merupakan persyaratan negara tujuan ekspor sebagai  jaminan keamanan dan kesehatan sesuai standar internasional, pungkasnya. (pp-04) 
Komentar Anda

Berita Terkini