Lepas Dari Jeratan, Harimau Serrang Petugas BKSDA Sumut di Tapsel

harian9 author photo
 

TAPSEL|H9
drh Anhar Lubis, yang bertugas pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mengalami luka serius setelah di serang harimau Sumatera, saat melakukan tugas mengevakuasi hewan liar tersebut dari jeratan babi yang di pasang warga di Dusun Aek Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel, Minggu (24/4/2022).
 
Korban mengalami luka gigitan dan cakaran di sejumlah bagian tubuhnya, setelah korban bertarung dengan si ‘Raja Hutan’, setelah jeratan yang mengikat pada kaki kanan depan harimau terlepas, sehingga korban dan harimau tersebut terjatuh berguling ke arah jurang. Kemudian, harimau tersebut lari ke arah gunung/perkebunan.
 
Akibat luka-luka yang di derita di sekujur tubuh yakni, luka gigitan dan cakaran di lengan atas sebelah kiri dan cakaran di lengan bawah sebelah kiri dan luka cakaran dan robek di paha sebelah kiri, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Meta Medica Padang Sidempuan untuk menjalani perawatan.
 
Kapolres Tapsel, AKBP Roman S Elhaj, SH, SIK, MH, didampingi Kapolsek Batang Toru Tona. S, SH yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tetsebut dan mengurai, kejadian tersebuat yang bermula saat Atulee Gulo, warga Dusun Aek Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel, memasang perangkap babi yang terbuat dari tali kopling kendaraan skuter di kebun karet miliknya.
 
Saat warga tersebut melihat perangkap babi yang dipasangnya, Atulee terkejut, karena yang terperangkap di dalam jerat babinya adalah seekor Harimau Sumatera. Akhirnya Atulee memberitahukan temuannya itu ke masyarakat kampung lainnya dan keesokan harinya, Tim BKSDA Kabupaten Tapsel turun ke lokasi tempat terperangkapnya Harimau tersebut dan melihat kondisi harimau yang ternyata masih hidup dan kakinya terlilit jerat. Namun, saat itu evakuasi belum bisa dilakukan karena masih menunggu dokter hewan dan bius dari BKSDA Provinsi Sumut.
 
Beberapa hari kemudian, dokter hewan dari BKSDA Provinsi Sumut dipimpin drh Anhar, tiba di Dusun Aek Pardomuan dengan membawa bius untuk binatang buas dan usai melaksanakan i, disepakati proses evakuasi pada esok hari, mengingat waktu yang sudah larut malam yang dikuatirkan beresiko dan berbahaya.
 
Esok paginya, korban drh Anhar bersama tim evakuasi dari BKSDA Kabupaten Tapsel bersama tim dari Polsek Batangtoru Polres Tapsel, diimpin Kapolsek AKP Tona S, SH dan anggota pengamanan, bergerak menuju lokasi perangkap. Lebih kurang, Tim berjumlah 15 orang, yang mana 4 orang dipimpin oleh korban yang sudah stand by dengan posisi siap menembakkan bius.
 
Saat itu terpantau, posisi harimau berdiri dan berhadap-hadapan dengan korban yang berjarak sekira 7 meter, lalu, korban memerintahkan tim tembakkan bius dan tepat mengenai paha sebelah kanan harimau tersebut dan membuat harimau tersebut kaget sehingga jeratan harimau terlepas dan langsung melompat dengan menyerang korban dan mencengkram korban.
  
“ Saat ditembakkan bius, harimau terjejut dan spontan tersentak hingga jeratan yang mengikat pada kaki kanan depan harimau terlepas dan menyerang korban hingga korban dan harimau terjatuh berguling ke arah jurang. Kemudian, harimau tersebut lari ke arah gunung/perkebunan, “ imbuh Kapolres.
 
Di kesempatan itu, Kapolres menghimbau ke segenap masyarakat untuk sementara tidak melakukan aktivitas di sekitar areal tempat terjeratnya harimau, mengingat binatang buas tersebut masih berkeliaran di sekitar hutang dengan pemukiman warga.
 
“ Tim BKSDA masih terus bersiaga menelusuri jejak harimau untuk bisa menangkapnya dan dilakukan penanganan medis karena harumau tersebut dalam kondisi terluka dan diharapkan masyarakat tetap waspada bila bepergian ke kebuan dan jangan sendiri-sendiri, “ imbuhnya. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini