Mendag: Indonesia Optimis Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi optimis Indonesia akan menjadi  kiblat produk fesyen muslim dunia. Untuk itu, diperlukan ekosistem yang mendukung dalam  mencapai tujuan tersebut. 

Pernyataan ini disampaikan Mendag Lutfi saat menutup pelaksanaan Muslim Fashion Festival  (Muffest+) 2022, di Jakarta pada Sabtu (23/4). Acara yang digelar pada 21—24 April 2022 ini  merupakan bagian dari Road To Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 yang puncaknya akan  dilaksanakan pada 20—22 Oktober 2022. 

"Diharapkan acara ini dapat menjadi batu loncatan menuju JMFW sebagai ajang agar dunia melihat  Indonesia dan menjadi kiblat dunia," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di  dunia yaitu sekitar 229 juta jiwa. Jumlah tersebut merupakan 12 persen dari dari total muslim dunia  yang diperkirakan berjumlah 1,9 miliar orang atau sekitar 25 persen penduduk dunia. 

"Ini  merupakan peluang pasar yang bisa kita ambil bersama," tandasnya. 

Lanjutnya, permintaan produk halal terus mengalami kenaikan. Pada 2024, fesyen  muslim diproyeksikan menyumbang sebanyak 6,04 persen industri halal global yang mencapai USD.311 miliar. 

"Saat ini tren fesyen muslim sudah mengarah pada gaya hidup. Jadi merupakan peluang  yang harus kita ambil," jelasnya. 

Disebutkannya, Indonesia harus mengambil peluang ini karena memiliki kekuatan ragam  budaya dan kearifan lokal. Oleh sebab itu, seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sama  mencari persamaan sehingga tercipta ekosistem fesyen muslim dan menuju kiblat fesyen muslim  dunia. 

"Upaya ini harus didukung penunjang lainnya seperti akademisi untuk mendukung ekosistem  dengan pendidikan karena untuk mencapai kiblat fesyen dunia tidak boleh terpaku dengan selera  Indonesia, tapi juga harus universal," imbuhnya. 

Ditegaskannya, komitmen pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan untuk  terus mendukung terbentuknya ekosistem industri fesyen Indonesia. “Diharapkan sebelum 2024  kerja sama dalam mewujudkan ekosistem tersebut dapat berjalan dalam kebersamaan Indonesia  yang kuat,” tutupnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menambahkan, JMFW merupakan  program yang diinisiasi Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) Indonesia. Ajang ini turut melibatkan Kementerian dan lembaga terkait, akademisi, desainer,  asosiasi, industri fesyen dan industri penunjang lainnya, seperti kosmetik, aksesoris, alas kaki, serta  media massa. 

“JMFW merupakan salah satu ekosistem pengembangan fesyen muslim nasional yang bertujuan  untuk memperkenalkan serta mempromosikan produk fesyen muslim Indonesia kepada pasar  global. Ajang ini juga bertujuan memajukan dan meningkatkan daya saing fesyen muslim Indonesia  di pasar internasional,” jelasnya.

Acara puncak JMFW berkesinambungan dengan gelaran Trade Expo Indonesia 2022 yang  dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Banten.  (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini