Hingga April 2022, Investor Saham di Sumut Sebanyak 181.343 Orang

harian9 author photo


MEDAN| H9
Total Investor saham di Sumatera Utara posisi April  2022 sebanyak 181.343, paling banyak dari kaum milenial (18-25 tahun) mencapai 69.903 investor.

Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution mengatakan banyaknya investor milenial karena selama masa pandemi kemarin banyak yang berdiam di rumah sehingga kegiatannya berinvestasi termasuk di saham. 

"Selain itu, investor sekarang bisa transaksi saham secara digital," katanya, Kamis (19/5/2022).

Selain milenial, investor terbanyak lainnya usia 31-40 tahun sebanyak 49.165, usia 26-30 tahun sebanyak 38.779 dan usia 41 tahun ke atas sebanyak 31.742.

Pada tahun 2022 ini target investor baru sebanyak 58.089, sampai April tercapai 15.999 atau sekira 30 persen. Untuk meraih investor baru tersebut mempunyai beberapa strategi yakni offline ke daerah-daerah bersama sekuritas. Ditambah nanti Bank Sumut akan IPO sekira September 2022 sehingga dipastikan meningkat investor baru dari pegawai Bank Sumut. Dana IPO akan digunakan Bank Sumut antara lain untuk ekspansi, mau mempercanggih digitalisasi dengan sistem seperti bank-bank besar.

"Jumlah investor terbanyak Medan, Binjai, Pematangsiantar, Sergai, Deliserdang dan Tapsel. Sedangkan paling sedikit di Nias Utara," jelas Pintor.

Dari sisi gender,  tambah Pintor, investor laki-laki paling banyak mencapai 110.107 dan 67.506 perempuan. Sedangkan dari sisi jenis pekerjaan, paling banyak karyawan swasta 68.777, pelajar/ mahasiswa 38.837 dan  pengusaha 29.859.

"Meski karyawan investor swasta paling banyak, namun jumlah investasi saham paling banyak dari pengusaha," ujarnya.

Total aset, Rp31,9 triliun saham. Selain saham, aset Rp7,3 triliun (Reksadana, obligasi, sukuk dan sebagainya). Ternyata usia 40 tahun ke atas paling banyak sahamnya mencapai Rp99 triliun. Disusul usia 31-49 tahun Rp2,8 triliun dan milenial (18-25 tahun) Rp496 miliar.

Sedangkan total jumlah transaksi saham di Sumut selama tahun 2021 (Januari-Desember) tembus Rp218,200 triliun. Paling banyak transaksi di Januari 2021 mencapai Rp40,909 triliun, disusul Pebruari Rp24,949 triliun. Pada Desember 2021 transaksi saham Rp14,848 triliun.

Menurutnya, capaian transaksi hingga menembus angka Rp218 triliun pada tahun 2021 karena pengaruh di rumah saja, ditambah tren Cripto dan milenial banyak jadi investor secara online.

Sedangkan transaksi 2022, pada Januari Rp11,847 triliun, Pebruari Rp12,595 triliun, Maret Rp15,982 tiriliun dan April Rp13,124 triliun.

Target Sekolah Pasar Modal (SPM) tahun 2022 sebanyak 4.500 orang, per Maret 2022 tercapai 646 orang (14,3 persen). Target Galeri Investasi (GI) ada 6 tahun ini, namun ada juga GI tutup yakni di Universitas bNomensen, RS Sarimutiara dan Universitas Tjut Nyak Dhien. (PP-04)

Komentar Anda

Berita Terkini