Jelang Hari Raya Idul Adha, Disperkimhub Palas Siap Koordinasi Terkait Pembatasan Jalur Masuk Hewan Ternak

harian9 author photo

PALAS | H9
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Padang Lawas (Palas) Ronny Syaiful S.Sos, MM. Yang diwakili oleh Supriyo, S.Tr, Pengawas selaku Kasi Sarpras Disperkimhub Palas mengatakan kepada Awak media ini, Selasa. (24/05/2022). Pihaknya siap untuk berkoordinasi dengan pihak dinas dan keamanan Terkait Pembatasan pergerakan dan memperketat jalur masuk hewan ternak, sebagai antisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Kami Disperkimhub Palas siap berkoordinasi dalam rangka antisipasi PMK dengan salah satu cara memperketat jalur masuk hewan ternak, di di wilayah Kabupaten Palas, dari tiga wilayah pintu masuk yang berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, di desa sungai korang Kecamatan Hutaraja Tinggi, perbatasan Kabupaten Padang Lawas Utara di Kecamatan Barumun Tengah dan Di Kecamatan Sosopan," kata Supriyo, S.Tr, Pengawas selaku Kasi Sarpras Disperkimhub Palas.

Dikatakan Supriyo, pihaknya kemarin  sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kami sudah rapat koordinasi, Senin (23/05/2022) di Aula Kantor Bupati Palas Komplek SKPD Terpadu Sigala-Jalan Lintas Sibuhuan-Sosa, dalam rangka mengantisipasi PMK tersebut dipimpin oleh Bapak Sekda Palas Arpan Nst, S.Sos," kata Supriyo.

Menurut dia, Pemkab menekankan terkait upaya mencegah penularan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak, salah satunya dengan memperketat jalur masuk hewan ternak dari luar ke Kabupaten Padang Lawas.

Ditambahkan Supriyo, dalam rapat koordinasi itu mengatakan hingga saat ini belum ditemukan daging hewan ternak yang terkontaminasi penyakit mulut dan kuku di pasar-pasar dan peternak sapi yang ada di palas.

"Kemudian yang di pasar sendiri belum ada laporan atau temuan yang sekarang dilaporakan. Intinya kami siap berkoordinasi, sebelum masuk ke kabupaten palas," katanya.

Selain itu, Pengawasan juga nanti akan dilakukan oleh pihak dinas dan keamanan Terkait dikabupaten Palas. Dengan membantu petugas dari Dinas Peternakan dalam memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan pengangkut hewan guna mencegah adanya kerawanan penularan PMK lewat angkutan tak berizin. Kita masih menunggu dinas Peternakan dan Perikanan serta dinas Ketahanan pangan dalam menyusun keputusan Bupati Palas.

"Pengecekan di jalan nanti akan dilakukan kepolisian Polres Palas dan didampingi Disperkimhub Palas dengan memeriksa kelengkapan surat, tapi pemeriksaan kesehatan kita kembalikan kepada stakeholder terkait, yakni Dinas Peternakan," kata Supriyo.

Meski begitu, menurutnya, di wilayah Pemkab Palas belum ada pembatasan kendaraan angkutan hewan ternak atau pembatasan distribusi. Sejauh ini, pihaknya baru menunggu arahan dari Bupati Palas dan dinas Terkait diatas, agar pemkab Palas mewaspadai hal tersebut.

Sebelumnya Sekdakab Palas Arpan Nst S.Sos dalam Rapat tersebut menyampaikan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk Kabupaten Padang Lawas belum ada ditemukan tetapi perlu diwaspadai mengingat kasus ini telah menginfeksi ternak di Propinsi Jawa Timur dan Aceh.

PMK bukan Zoonosis, menurut penelitian kasus PMK tidak ditemukan tertular/ terjangkit pada manusia. Untuk itu masyarakat tidak perlu panik dan masyarakat boleh mengonsumsi daging asalkan diolah dengan cara yang baik dan benar, karena virus PMK akan mati pada suhu tertentu. Tegas sekda. (WD-041)

Komentar Anda

Berita Terkini