Sekda Palas Pimpin Rapat Kewaspadaan Dini Wabah PMK pada Hewan

harian9 author photo

 

PALAS | H9
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas)  melaksanakan rapat Koordinasi Tidak Lanjut Kewaspadaan Dini Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak hewan, di Aula Kantor Bupati Palas, Komplek SKPD Terpadu, Sigala-gala, Jalan Lintas Sibuhuan-Sosa. Senin, (23/05/2022).

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Gubernur Sumatera Utara tanggal 12 Mei 2022 Nomor : 524/500/2022 tentang Kewaspadaan Dini Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di wilayah provinsi Sumatera Utara.

Dimana PMK atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak yang terinfeksi.

Penyakit mulut dan kuku di sebabkan oleh virus virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae yang dapat menyerang hewan berkuku belah (cloven hoop) seperti, sapi, kerbau, domba. Kambing dan babi termasuk hewan liar lainnya seperti gajah, jerapah dan sebagsinya.

Gejala klinis pada penyakit mulut dan kuku masa Inkubasi 1-14 hari, Demam mencapai 39 – 40 °C, Tidak nafsu makan, luka lepuh dan vesikel pada kaki, mulut, moncong dan puting susu, abortus dan hiversalivasi serta mulut berbusa.

Tindakan penanggulangan dan pemberantasan Penyakit mulut dan kuku (PMK) sesuai SOP KIATVETINDO PMK wilayah status wabah meliputi : Sanitasi dan Disinfeksi, pembatasan lalu lintas ternak (masuk dan keluar) dari dan menuju daerah wabah, penutupan sementara pasar hewan pada daerah wabah, Pelaksanaan pemusnahan terbatas pada ternak terinfeksi sesua dengan ketersediaan anggaran, dan melakukan penyiapan vaksinasi terhadap seluruh ternak sehat pada daerah terancam dengan cakupan minimal 70%.

Sekdakab Palas Arpan Nst S.Sos dalam Rapat tersebut menyampaikan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk Kabupaten Padang Lawas belum ada ditemukan tetapi perlu diwaspadai mengingat kasus ini telah menginfeksi ternak di Propinsi Jawa Timur dan Aceh.

PMK bukan Zoonosis, menurut penelitian kasus PMK tidak ditemukan tertular/ terjangkit pada manusia. Untuk itu masyarakat tidak perlu panik dan masyarakat boleh mengonsumsi daging asalkan diolah dengan cara yang baik dan benar, karena virus PMK akan mati pada suhu tertentu. Tegas sekda.

Selain itu ditambahkan Sekda Arpan, Masyarakat bisa Meningkatkan keamanan ketika mengkonsumsi daging dan susu saat wabah PMK Menjangkit seperti sekarang ini dengan cara :

1. Konsumsi susu dengan cara memasak sampai  Selama lima menit sambil diaduk perlahan.

2. Untuk daging jangan dicuci, tapi direbus dengan air yang mendidih selama 30 meni atau simpan kedalam lemari pendingin Minimal 24 jam PH daging kurang dari enam yang dapat menginaktivasi virus PMK.

3. Membersihkan tangan dan tempat sebelum, selama dan setelah memproses Daging atau jeroan.

Dan yang ke 4. Talenan, pisau dan wadah daging/jeroan Dicuci dengan deterjen. Pungkas sekda Palas Arpan Nst dalam sambutannya saat membuka rapat tersebut.

Turut hadir dalam rapat tersebut Pabung Palas Kodim 0212/TS Kapten ARH Soleh Hasibuan, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas AKP Aman Putra SH, para pimpinan OPD se Kabupaten Palas. (WD-041)

Komentar Anda

Berita Terkini