Kelompok Tani Rampah Gelar Aksi, Humas PT Soeloeng Laoet Dimas Prasetyo : Sebaiknya Lakukan Gugatan ke Pengadilan

HARIAN9 author photo

 


SERDANG BEDAGAI | H9

Kelompok Tani Rampah bersama LSM Penjara dan Dulur Jokowi kembali melakukan aksi damai terkait adanya dugaan sengketa lahan antara pihak perkebunan PT Soeloeng Laoet dengan masyarakat, Senin (20/6/2022).

Jika sebelumnya melakukan aksi ke Kantor Bupati dan DPRD, kali ini, puluhan massa Kelompok Tani Rampah ini menggelar aksinya langsung ke lokasi Perkebunan di Kampung Banten Desa Silau Rakyat Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai. 

Pantauan wartawan dilokasi tampak ratusan personil Polres Sergai turut serta untuk menjaga keamanan dilokasi. Terlihat ada juga puluhan Satpam dari pihak PT. Soeloeng Laoet berjaga-jaga. Kedua belah pihak juga sempat adu argumentasi. 

Terkait hal ini, Humas PT Soeloeng Laoet, Dimas Prasetyo, saat diwawancarai wartawan mengatakan, bahwa pihak Perusahaan dalam hal ini tidak melarang masyarakat untuk melakukan aksi damai. 

Namun lanjutnya, sebelum melakukan aksi, masyarakat terlebih dahulu memahami apa tujuannya melakukan aksi tersebut. Sebab, PT Soeloeng Laoet sudah sah memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat. 

"Menurut kami, Negara kita kan Negara hukum, jadi lakukan lah gugatan itu melalui pengadilan. Mungkin itu lebih baik,"ungkap Dimas Prasetyo. 

Di kesempatan itu, Dimas pun sangat berharap kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Sebab, berdasarkan SK HGU NO.40/HGU/KEM-ATR/BPN/V/2021, bahwa PT Soeloeng Laoet adalah pengelola yang sah. 

"HGU PT Soeloeng Laoet ini kan sudah terbit, jadi sah menurut hukum. Untuk itu, kami berharap jangan diganggu-gangu lagi," harapnya.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Rampah, Musanif Saragih ketika diwawancarai mengatakan, bahwa aksi ini merupakan bentuk penolakan diterbitkannya HGU PT Soeloeng Laoet karena tidak sesuai dengan prosedur dan tidak taat azas clear and clean.

Dijelaskan Musanif, bahwa lahan yang disengketakan ini ada sekitar 942 Hektare sesuai dengan peta bidang yang telah dikeluarkan oleh BPN dan ditandatangani oleh Ir. Embun Sari. Jadi peta bidang tanahnya dikeluarkan tahun 2014.

"Kita melakukan aksi kelapangan ini dalam rangka ulang tahun. Pematokan ulang tahun 2017 tanggal 20 Juni. Untuk supaya kita membuka hati nurani dari pihak BPN supaya mengukur kembali yang sudah disepakati tahun 2013,"tegasnya.(WPU06)

Komentar Anda

Berita Terkini