Kasus Pengancaman IRT Oleh Preman Besar Serge Buyung Mais Sudah Jadi Tersangka

harian9 author photo


 MEDAN | H9
Setelah hampir delapan bulan, akhirnya Polres Serdang Bedagai (Sergai) menetapkan status tersangka atas nama Subaydi Tambusay alias Buyung Mais yang terkenal sebagai ‘preman besar’ di Kabupaten Serdang Bedagai.

Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai), AKP Made Yoga Mahendra kepada wartawan menegaskan akan segera menangkap pelaku yang nyaris membacok ibu rumah tangga (IRT) saat melihat lahan di Dusun I, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai.

“Untuk tersangka Subaidi Tambusai alias Buyung Mais, segera kita tangkap. Sejak bulan lalu dia sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengancaman,” kata Made Yoga Mahendra saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (6/6/2022).

“Ya, pasti akan kita proses dan tindak secara profesional. Agar masyarakat mendapatkan rasa aman,” ujarnya.

Di Konfirmasi terpisah, kuasa hukum korban, Riadi SH di Medan menjelaskan bahwa kejadian pengancaman yang dialami kliennya, Yulinda terjadi pada Sabtu (16/10/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku mengancam IRT yang menetap di Medan itu dengan menggunakan senjata tajam.

“Parahnya lagi, pengancaman dilakukan pelaku di hadapan anak klien kami yang masih berusia sepuluh tahun,” kata Riadi.

Riadi mengatakan, perlakuan melawan hukum itu dilakukan pelaku saat Yulinda melihat lahan di Dusun I, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai. Waktu itu sempat juga terjadi percekcokan. Menurut Yulinda, aksi pelaku sudah sangat keterlaluan dan dia mengaku sebagai preman setempat.

Merasa keberatan, Yulinda akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Sergai dengan laporan bernomor LP/B/695/X/2021/SPKT/Polres Sergai/Polda Sumut. “Memang pada 26 Mei 2022, kepolisian telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terkait tersangka Subaidi Tambusay alias Buyung Mais. Itu artinya proses masih berlanjut,” sebutnya.

“Kita harapkan polisi memberikan keadilan sesuai dengan Sila Ke lima Pancasila, keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami juga berharap ke depannya yang berkaitan dengan premanisme di kabupaten Serdang Bedagai degera ditindak dengan profesional, agar masyarakat merasa aman,” tandasnya. (WM/020)

Komentar Anda

Berita Terkini