Pemerintah Daerah Aceh Tamiang Laporkan 8.691 Ekor Sapi Terserang PMK

HARIAN9 author photo

 

ACEH TAMIANG |H9
Mengantisipasi pecegahan Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang lembu, Bupati Aceh Tamiang Mursil SH MKn telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 520/2133/2022 dan pihak Pemerintah Daerah terus melaporkan perkembangan kasus pada Sabtu (19/06/2022). 

Surat edaran tersebut diterbitkan berdasarkan dari hasil Laboratorium Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Balai Veteriner Medan Nomor : 2086/PK.310/F4.1/05/2022 Perihal Hasil Pengujian Spesimen yang diambil saat melakukan investigasi pada tanggal 7 Mei 2022 di beberapa lokasi atau Desa dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang tepatnya di Desa Alur Bemban dan Desa Paya Meta Kecamatan Karang Baru dinyatakan dengan hasil Positif terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berdasarkan dari hasil Laboratorium Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakkan dan Kesehatan Hewan Pusat Veteriner Farma Surabaya Nomor : 06001/PK.310/f4.H/05/2022 Perihal Hasil Uji Sampel Suspect PMK dari Balai Veteriner Medan. Hasil pengujian sampel suspect PMK dari 10 sampel ternak, yang masing-masing diambil spesimen serum, plasma dan swab menunjukkan bahwa 10 ekor ternak tersebut menunjukkan hasil uji Positif PMK.

Dari Hasil Uji Laboratorium yang dilaksanakan oleh Balai Veteriner Medan dan Pusat Veteriner Farma Surabaya, maka Bupati selaku Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang mengambil tindakan untuk tidak berjangkitnya penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Aceh Tamiang, melakukan beberapa hal :

Satu : Penutupan Pasar Hewan yang berada di Kampung le Bintah Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang mulai hari Kamis tanggal 12 Mei 2022 sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. 

Dua : Kepada para Camat dalam Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyurati seluruh Kepala Desa (Datok Penghulu) untuk melarang melakukan jual beli ternak sapi baik di dalam Kabupaten Aceh Tamiang maupun keluar daerah dan begitu juga melarang warga Kabupaten Aceh Tamiang membeli sapi dari luar daerah untuk dibawa pulang ke wilayah Kabupaten Aceh Tamiang;

Tiga : Kepada para Peternak untuk dapat menjaga ternak sapinya agar tidak berkeliaran (dikandangkan). 

Empat : Kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani bidang peternakan harus melakukan pembinaan, pengobatan dan vaksinasi terhadap ternak-ternak masyarakat yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Lima : Kepada OPD yang menangani bidang peternakan harus mengawasi keluar masuknya ternak dalam Kabupaten Aceh Tamiang. 

Enam : Kepada agen-agen pengumpul (pedagang ternak) tidak boleh melakukan kegiatan aktifitas jual beli ternak baik ternak yang ada di dalam Kabupaten Aceh Tamiang atau ternak dari luar Kabupaten Aceh Tamiang. 

Selanjutnya daftar  akibat PMK di Kecamatan Bandar Pusaka 168 ekor sapi sakit dan sembuh 98 ekor, kecamatan Sekerak 100 ekor sapi sakit dan 1 ekor mati serta 77 ekor sapi sembuh, Kualasimpang 15 ekor sapi sakit dan 15 ekor sapi sembuh, Kecamatan Tamiang Hulu 31 ekor sapi sakit dan 13 sembuh, Tenggulun 395 ekor sapi sakit dan 3 ekor mati serta 288 ekor sembuh, Karang Baru 1.425 ekor sapi sakit dan 36 ekor sapi mati serta 1.253 ekor sembuh, Seruway 2.523 ekor sapi sakit dan 10 ekor mati serta 2.339 ekor sembuh, Bendahara 728 ekor sapi sakit dan 6 ekor mati serta 717 ekor sapi sembuh, Banda Mulia 919 ekor sapi sakit dan 10  ekor mati serta 856 ekor sapi sembuh, Manyak Payed 696 ekor sapi sakit dan 587 ekor sapi sembuh, 6 ekor sapi mati serta 2 ekor sapi potong paksa, Kecamatan Rantau 1.081 ekor sapi sakit dan 950 ekor sapi sembuh serta 7 ekor sapi mati, Kejuruan Muda 583 ekor sapi sakit dan  3  ekor mati serta sembuh 478 ekor. 

Total sapi sakit akibat PMK 8.691, sapi mati 82 ekor dan 2 ekor potong paksa, serta sembuh 7.671 ekor sapi, sisa sakit 1.020 ekor sapi, sedangkan kerbau sakit akibat PMK sebanyak 4 ekor dan sembuh 4 ekor kerbau. (WD-013). 

Komentar Anda

Berita Terkini