Petani Padi Organik Pasrah Dengan Harga Jual Gabah

HARIAN9 author photo


ACEH TAMIANG| H9
Mereka masih menanam padi organik,"ungkap Syarifah Fitriani Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Karang Baru, ketika ditemui dikantornya di jalan Lintas Kampung Air Tenang Kecamatan Karang Baru pada Kamis (02/06/2022). 

"Ditahun  2020 Kelompok Tani
Serasi Kampung Pahlawan Kecamatan Baru, mulai menanam padi organik seluas 2 hektare, dilanjutkan 2021 dan 2022 bersama Kelompok Tani Jaya Kampung Tanah Terban Kecamatan Karang Baru, masing-masing menanam 10 hektare. Sedangkan hasil panen tahun 2022 yang merupakan tanaman 2021 sebanyak 60 ton," ungkap Syarifah. 

"Namun, malang nasib mereka, harga jual semula yang ditampung oleh Koperasi OTJ sebesar Rp. 6.500 per kilogram padi, tidak lagi mampu ditampung dan akhirnya harus dijual ke agen dengan harga Rp. 5.000 yaitu sama dengan gabah biasa. 

Syarifah menambahkan, informasi yang didapat dari para Petani, Koperasi OTJ tidak mampu lagi membeli padi organik, karena sudah tidak mempunyai  anggaran dan daya jual beras yang sulit di pasaran,"terangnya.

"Memulai proses penanam padi organik, sangat membutuhkan waktu  cukup panjang, yaitu harus menetralisir kandungan bahan kimia yang sudah lama terkandung dalam tanah. Selanjutnya harus ada lembaga yang menentukan sertifikasi organik, mengingat hal tersebut mereka tetap menanam padi organik dengan kelebihan rumput enggak gampang tumbuh diareal persawahan, hama berkurang dan tidak perlu lagi menggunakan pupuk kimia,"ungkap Syarifah yang begitu peduli dan prihatin akan nasib Petani padi organik. (WD-013). 
Komentar Anda

Berita Terkini