PT. AR dan Masyarakat Lepas Belasan Ribu Bibit Ikan Endemik Lokal di Lubuk Larangan Sungai Batu Horing

harian9 author photo

 

TAPSEL  |H9
Pengelola tambang emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR), bersama masyarakat Desa Batu Horing melepas sedikitnya 15.000 bibit ikan endemik lokal ke lubuk larangan sungai Batu Horing Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (5/6/2022).

Ikan endemik lokal yang di lepas ke lubuk larangan tersrbut, terdiri dari 5.000 bibit ikan jurung (local endemic species) dan 10.000 bibit ikan nila dan pelepasan bibit ikan ini adalah kontribusi PTAR dalam mendukung upaya melestarikan lingkungan hidup.

Acara pelepasan bibit ikan di lubuk larangan sungai Batu Horing ini dihadiri Senior Manager Community PTAR Christine Pepah, Manager Community Relations PTAR, Masdar Muda, Camat Batangtoru, Maratinggi Siregar, Danramil Batangtoru, Kapten Inf. Zamril, Kapolsek Batangtoru AKP Tona Simanjuntak, Kepala Desa Batu Horing, Derikson Tua Pandiangan dan masyarakat Desa Batu Horing.  

Manager Community Relations PTAR, Masdar Muda, menyatakan, pelestarian lingkungan merupakan tanggungjawab kita semua. Ia berharap muncul keterlibatan dan rasa memiliki terhadap lubuk larangan yang saat ini langka ada di Batangtoru. 

" Kegiatan ini adalah terobosan Pemerintah Desa Batu Horing   bekerjasama dengan PTAR. Kami berharap kegiatan ini berdampak besar bagi masyarakat desa, karena, selain melestarikan lingkungan sekitar, lubuk larangan juga akan menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat, " ujar Masdar.

Menurutnya, lubuk larangan dinilai sebagai kearifan lokal yang berpengaruh kuat dalam praktik-praktik adat konservasi alam serta menjaga kelestarian sungai dari pencemaran, pengrusakan atau eksploitasi berlebihan 

" Lubuk larangan adalah kebijakan adat kolektif untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam melestarikan jenis ikan lokal yang kian jarang dijumpai di sungai, utamanya spesies ikan jurung, " sebutnya.

Camat Batangtoru, Maratinggi Siregar, sangat mendukung dengan berinisiatif menjadikan pembukaan lubuk larangan di Desa Batu Horing sebagai agenda tahunan Kecamatan Batangtoru dan agenda ini bakal dipromosikan ke masyarakat di luar Desa Batu Horing untuk menarik minat mereka datang memancing di sungai Batu Horing.

“ Banyak efek positif bagi masyarakat saat lubuk larangan diadakan, warga sekitar bisa berjualan makanan sehingga muncul pelaku-pelaku ekonomi. Kami sangat mengapresiasi partisipasi PTAR dalam kegiatan ini sehingga tercipta efek-efek dominan ke depannya, " ujar Maratinggi.

Sedangkan Kepala Desa Batu Horing, Derikson Tua Pandiangan, menyampaikan, dalam kurun waktu tertentu masyarakat dilarang mengambil ikan dan biota sungai, agar bibit ikan dapat berkembang dengan baik dan barang siapa mengambil ikan selama batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan denda Rp.1 juta per orang.

" Komitmen ini diperkuat dengan penyusunan Peraturan Desa yang berisi larangan dan sanksi bagi yang melanggar dan sanksi ini perlu dibuat agar manfaat lubuk larangan dirasakan oleh kita semua, saat kita dapat memanen ikan bersama-sama, sehingga nantinya lubuk larangan dibuka dan masyarakat diperbolehkan memanen ikan di sana dan ketika ikan jurung dipanen dan dijual, bisa menamvah pendakatan Desa, apalagi saat ini harga pasaran ikan jurung mencapai Rp 60.000 per kilogram, " ucap Kades.

Ia menambahkan, penyusunan denda ini mendapat dukungan dari Camat Batangtoru. Ia menyarankan agar denda tidak hanya berlaku bagi warga, tetapi juga bagi panitia lubuk larangan yang nilai denda untuk panitia pun lebih besar, yakni Rp 2 juta per orang.

" Untuk itu masyarakat harus sepakat untuk bertanggungjawab memelihara ikan dan melestarikan sungai dan mengajak masyarakat untuk mentaati aturan, jangan sampai ada yang kena denda, " imbuhnya.(WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini