cari


 

Aktifis Muda Ini Apresiasi & Hormati Keputusan Hakim dan Tuntutan Jaksa Madina

HARIAN9 author photo

 

MADINA| H9
Sebagai warga negara yang baik, seorang tokoh muda atau aktivis di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) yakni Bung Makrifat sangat menghormati apa yang telah di tetapkan oleh hakim dan tuntutan yang di ajukan jaksa penuntut umum (JPU) terkait persidangan kasus pemukulan yang sempat viral di media sosial baru-baru ini.

 "Apa yang telah ditetapkan oleh ulil Amri, sebagaimana didalam Al-Qur'an menjelaskan, Atiulloh wa atiulrosul waulilamri minkum , Taatilah Allah, seakan artinya bahwa, taatilah Rasul dan Pemimpin diantara kamu sekalian." Ucap Makrifat didepan Wartawan, jum'at (05/08/2022).

Menurut hemat Makrifat, dalam keputusan hukum yang telah di berikan oleh Pihak Hakim Prngadilan Negri (PN) Panyabungan dan Pihak Jaksa Mandailing Natal terhadap pelaku pemukulan yang ia maksud tentunya sudah melalui Pertimbangan-pertimbangan dan evaluasi yang baik dan benar sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indoneaia ini sehingga menghasilkan sebuah keputusan yang adil terhadap kedua belah pihak.

"Perlu kita ketahui  Hakim dan Jaksa itu adalah bukan orang biasa yang tak pantas kita menilai dan mencemoohnya, Mereka telah menempuh jenjang pendidikan yang terbaik diantara yang baik dan mereka adalah perpanjangan Tuhan dalam melakukan peradilan didalam bernegara." bebernya.

Dirinya (Makrifat) lebih lanjut memaparkan, Bahwa Jaksa dan Hakim itu adalah orang yang berpendidikan dibidang hukum yang tentunya sudah lebih tau dalam menentukan suatu keputusan dalam bersidang dan berkeadilan dalam sebuah kejadian perkara seperti kasus pemukulan yang ia maksud.

"Mari sama-sama kita warga Madina saling tabayyun dan jangan saling menghujat satu sama lain, Mengadu domba satu sama lain  Bahkan saling melaporkan sesama saudara kita sendiri, Mari kita hapuskan sifat yang di tanamkan oleh penjajah negara ini yaitu belanda saling adu domba mengingat kita telah merdeka, seperti merdeka dari ke bodohan, merdeka dari adu domba , Merdeka dari Hujat menghujat." Pintanya. (WD-046)
Komentar Anda

Berita Terkini