cari


 

Duduga Sengketa Lahan, Camp Pos Bukit Wartel PT PLS Dibakar Massa

HARIAN9 author photo


TAPSEL | H9
Diduga masalah sengketa lahan, Camp Pos Bukit Wartel milik PT. Panei Lika Sejahtera (PT.PLS) di Dusun Palang, Desa Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dibakar massa, Rabu (3/8/20202), sekira pukul 09.30 Wib.

Tidak ada korban jiwa dalam pembakaran Camp Pos Bukit Wartel milik PT.PLS tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara sejumlah karyawan PT.PLS yang berada di Camp Pos Bukit Wartel terpaksa melarikan diri guna menghindari amukan massa.

Informasi yang dihimpun, pembakaran Camp Pos Bukit Wartel milik PT PLS tersebut berawal saat puluhan warga diduga berasal dari Dusun Palang Desa Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan mendatangi Camp Pos Bukit Wartel PT PLS.

Kedatangan massa di duga akibat rebutan lahan milik Hak Pengelolaan Hutan (HPH) PT.PLS, yang menurut warga masyarakat lainnya telah habis dan lahan tersebut masing-masing di klaim masyarakat Desa Sigalangan dan masyarakat Desa Gunung Baringin sebagai tanah ulayat ke dua Desa beda Kecamatan. 

Tiba di lokasi Camp Pos Bukit Wartel PT PLS, salah seorang massa menegur seorang karyawan PT PLS yang berada di Camp Pos, dengan kata-kata yang kurang sopan, sehingga terjadi kesalahpahaman yang menjurus pada pembakaran Camp Pos PT PLS yang dilakukan oleh massa.

Camat Angkola Selatan Dodi Kurniawan yang dikonfirmasi membenarkan terjadinya pembakaran Camp Pos Bukit Wartel milik PT PLS oleh massa. Namun ia belum mengetahui massa dari mana yang melakukan pembakaran, karena ia sedang dalam perjalanan menuju kantornya di Simarpinggan Kecamatan Angkola Selatan usai mengikuti rapat di Kantor Bupati Tapsel di Sipirok, yang berjarak satu jam perjalanan.

" Benar saya mendapat laporan dari masyarakat, ada pembakaran Camp Pos Bukit Wartel milik PT PLS, di Dusun Palang Desa Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan, namun saya belum mengetahui massa dari mana yang melakukan pembakaran dan apa motifnya, " ujar Dodi.

Sementara informasi dari pihak PT PLS, lahan yang di klaim masyarakat dua Desa tersebut masih berstatus HPH PT.PLS dan pihak PT PLS sendiri masih mengurus perpanjangan ijin HPH ke Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI dan sampai sekarang ijin perpanjangan pengelolaan hutan belum keluar.

Hingga berita diturunkan, puluhan personil Polres Tapsel diturunkan ke lokasi pembakaran Camp Pos PT.PLS untuk melakukan penyelidikan di lokasi pembakaran Camp Pos milik PT PLS tersebut. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini