cari


 

Kemenkes RI Adakan Webinar Mengenai Indonesia Dengue Congress

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Sebanyak 58 kasus Dengue atau Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pertama kali dilaporkan terjadi di Indonesia pada tahun 1968-1969 di Jakarta dan Surabaya. Sejak saat itu, semakin banyak kasus yang dilaporkan terjadi di luar Jawa. Saat ini penyakit DBD telah dilaporkan di 34 provinsi se Indonesia.

Oleh karena itu Kemenkes RI melalui Germas mengadakan webinar mengenai Indonesia Dengue Congress (IDC) yang di ikuti oleh 459 peserta tenaga kesehatan (nakes) dari seluruh Indonesia melalui aplikasi zoom, Kamis (4/8/2022).

Bertindak sebagai moderator dr Ajeng Tias Endarti MKes membawakan kegiatan dengan baik dan lancar. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu SKM MKes membawakan topik Kendalikan DBD dan Chikungunya Berorientasi Pada Pemberdayaan Masyarakat Di Kabupaten Sukoharjo.

Ia mengatakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk berbasis masyarakat dapat dilakukan dengan pemantauan jentik berkala, pemasangan ovitrap/larvitrap, abatisasi selektif dan pemberian bacciluus thuringiensis (Bti), serta pemasangan ovilanta.

Kemudian, Ketua Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasitik Indonesia (P4I) DR dr Rita Kusriastuti MSc menjelaskan mengenai peran P4I dalam upaya mewujudkan Indonesia bebas DBD.

P4I berperan aktif melakukan riset operasional antara lain epidemiologi molekuler, vektor, sistem surveilans untuk penyakit DBD di Indonesia. Kerja sama seluruh stake holder dalam surveilans virus diharapkan bisa ditingkatkan agar dapat menghasilkan data yang komprehensif.

Surveilans molekuler yang sistematis dan berkelanjutan akan membantu ketersediaan data virologi/epidemiologi penyakit menular yang akan bermanfaat dalam memprediksi terjadinya wabah di masa depan.

Sedangkan, Widyaprada Ahli Madya Kemendikbudristek Minhajul Ngabidin SPd MSi membawakan topik peran jumantik cilik dalam mewujudkan sekolah bebas jentik.

Jumantik (juru pemantau jentik) adalah orang dalam hal ini siswa di sekolah yang melakukan pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk, khususnya nyamuk aedes aegypty.

Tugasnya untuk mensosialisasikan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M plus yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan, Mengubur/Mendaur ulang barang bekas serta Menghindari gigitan nyamuk dengan cara memakai obat oles/semprot nyamuk, tidur memakai kelambu.

Dengan adanya webinar ini maka diharapkan dapat menambah ilmu dan semangat para tenaga kesehatan untuk dapat bekerja sama mencegah terjadinya wabah DBD di Indonesia terutama selama masuk musim penghujan ini.(PP-04)

Komentar Anda

Berita Terkini